Wakil Ketua Komisi IX DPR RI-BKKBN Sosialisasi Pentingnya Kualitas Kesehatan Cegah Stunting di Pulau Terselatan NKRI

oleh -332 Dilihat
Foto Bersama : Rabu (7/2/2024) Asisten 1 Setda Kabupaten Rote Ndao, Ir. Untung Harjito, Kepala Dinas Pemberdaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Rote Ndao Reginas A. V. Kedoh, Perwakilan BKKBN NTT (Baju Batik), dan sejumlah Kabid pada dinas DP3AP2KB) Rote Ndao.

ROTE NDAO, METROTIMOR.ID–Komitmen untuk memerangi stunting di wilayahnya terus diperkuat oleh Emanuel Melkias Lakalena, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI. Dengan kerjasama yang maksimal antara Komisi IX DPR RI, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Rote Ndao, sebuah program sosialisasi pentingnya kualitas kesehatan dalam mencegah stunting diinisiasi.

“Saat ini, stunting telah menjadi sorotan utama pemerintah sebagai program prioritas nasional, dengan target penurunan angka stunting hingga 14 persen pada tahun 2024,” ujar Lakalena dalam pembukaan kegiatan sosialisasi yang digelar secara virtual di aula Videsy pada Rabu, 7 Februari 2024. Acara ini dihadiri oleh ratusan warga Rote Ndao, termasuk masyarakat, tokoh masyarakat, dan petugas kesehatan.

READ  Kapolsek Pantai Baru Ajak Siswa SMKN Tanamkan Disiplin: Pesan Inspiratif dalam Kegembiraan Natal

Meskipun telah menjadi fokus, angka stunting di Rote Ndao, khususnya, masih tinggi. Lakalena menegaskan bahwa penurunan angka stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), toleransi stunting tiap negara adalah 20 persen, namun upaya bersama harus terus dilakukan untuk mencapai visi Indonesia sebagai Generasi Emas 2045 yang bebas dari kekerdilan.

Stunting, yang merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi penyakit berulang, menjadi perhatian serius. Lakalena mendorong seluruh masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita, untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan di posyandu sebagai langkah pencegahan.

READ  Heboh!!! Diduga membawa Narkoba,Oknum ASN Lembata Ditangkap Aparat Polres Flotim

Asisten I Setda Rote Ndao, Untung Harjito, menyatakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam menangani stunting. Bahkan, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2023, mereka mendeklarasikan komitmen untuk menurunkan prevalensi stunting menjadi 18 persen pada tahun 2023 dan 14 persen pada tahun 2024.

Asiten 1 dalam membacakan sambutan Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, menyoroti progres penurunan angka stunting di Kabupaten Rote. Data hasil penimbangan bulan Februari 2023 menunjukkan penurunan angka stunting dari 22,3 persen menjadi 21,68 persen. Namun, masih ada tantangan yang harus dihadapi, dengan jumlah balita stunting sejumlah 2.938 orang.

Dalam kegiatan yang sama, Perwakilan BKKBN NTT, juga mengucapkan terima kasih kepada Lakalena atas dukungannya yang konsisten dalam memperjuangkan penanganan masalah stunting di NTT. Begitu juga dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang mendukung penanganan stunting agar melahirkan generasi emas untuk Rote Ndao pada jangka panjang.

READ  Serah Terima Jabatan Kepala SMKN Pantai Baru: Melanjutkan Karya Alm. Frederikus L Suryatna

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Reginas A. V. Kedoh menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan bekal referensi dan petunjuk untuk berkolaborasi dalam menghadirkan berbagai inovasi dan strategi demi terwujudnya keluarga sejahtera menuju masyarakat bermartabat. “Mari sama-sama kita dukung program pemerintah yang baik adanya ini, agar masyarakat benar-benar menerima dampak dan manfaatnya,” ujarnya.

(**)

No More Posts Available.

No more pages to load.