Skandal Penggelapan Dana Mengguncang KSP Lasindo di Rote Ndao

oleh -1070 Dilihat

 

ROTE NDAO,METROTIMOR.ID-Wilayah Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao NTT, Sebuah skandal penggelapan dana mengguncang Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Lasindo, yang diketuai oleh seorang oknum berinisial AS. Pelaku diduga merugikan ratusan nasabah dengan modus meminta mereka menabung untuk masa depan anaknya yang masih sekolah.

Salah satu nasabah yang menjadi korban mengungkapkan, “Terduga pelaku sebagai pemilik koperasi melakukan penggelapan atas apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab dari uang nasabah. Dia meminta ratusan nasabah menabung untuk anaknya dengan menggunakan nama koperasi Lasindo.”

READ  Tim Futsal Kobelete Juarai Aryos Cup

Nasabah lain mengungkapkan bahwa ia telah menabung selama satu tahun dengan besaran tabungan bervariasi. Saat ini, koperasi tersebut dikabarkan sudah bubar, dan nasabah merasa uang mereka telah digelapkan oleh AS. Informasi ini didapatkan dari mantan karyawan koperasi, Nofi Ndolu, yang menyebut bahwa sekitar 400 nasabah telah bergabung dengan KSP Lasindo, dan dugaan kerugian mencapai Rp. 1 juta rupiah per nasabah.

READ  Hari Ini KPK Kunjungi Rumah Sakit Pratama Adonara

Nofi Ndolu, mantan karyawan KSP Lasindo, mengonfirmasi bahwa dirinya mengundurkan diri karena manajemen koperasi yang kurang jelas. Ia meminta nasabah yang merasa dirugikan untuk segera melapor ke polisi.

Sejumlah nasabah yang merasa ditipu bersama-sama akan segera membuat laporan polisi terkait dugaan penipuan ini. “Kami akan kejar hak-hak kami dan mengambil tindakan hukum yang sesuai,” ujar salah satu nasabah.

Pemilik koperasi, AS, mengakui bahwa manajer, bendahara, dan pegawai telah kabur. Meskipun demikian, AS menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab kepada nasabah, namun ia meminta waktu. “Saya bersedia kembalikan uang mereka, tetapi butuh waktu,” ucap AS kepada media.

READ  Dukung Pengentasan Stunting. Personil DOBRAK Kawal Petugas Kesehatan

Nasabah yang merencanakan untuk melaporkan kasus ini membawa bukti slip penyetoran sebagai dasar tuntutan agar dana mereka segera dikembalikan. Skandal ini menciptakan ketidakpercayaan dalam dunia koperasi dan menimbulkan kekhawatiran terkait perlindungan nasabah di sektor keuangan mikro.

(Rudi Mandala)

No More Posts Available.

No more pages to load.