Siapkan 5000 Masker Hasil Patungan, Komisi I DPRD TTS Bagikan Untuk Masyarakat Amanuban Selatan

oleh -63 Dilihat
oleh

 

SoE,METROTIMOR.ID–Komisi I DPRD TTS turut dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid 19 atau Corona yang hal ini diwujudnyatakan dalam bentuk patungan seluruh anggota komisi I untuk pengadaan Masker dan penyemprotan Desinfektan.

Dari hasil patungan diperoleh 5000 masker,dan juga dilakukan penyemprotan disinfektan seluruh wilayah TTS yang sudah dimulai sejak beberapa hari lalu di Mollo,Niki Niki yang sudah mendistribusikan seribuan masker kepada masyarakat.

Kegiatan lanjutan Kamis (16/4/2020) dipimpin ketua komisi I Uksam Selan,Lusianus Tusalakh,Gustaf Nabuasa,Ratna Talidodoh ,Yudi Arifus Selan,Hendrik Babis,Thomas Lopo dan Korang Fahik kembali beraksi di wilayah kecamatan Amanuban Selatan.

Dalam pertemuan dengan Forkompimcat Amanuban Selatan,Ketua Komisi I Uksam Selan menjelaskan bahwa program Komisi I dalam dua minggu terakhir adalah swadaya melakukan sejumlah kegiatan untuk memotivasi seluruh pihak untuk bisa membantu agar bersama perangi virus Covid 19.

Sejumalh titik sudah jadi sasaran aksi yakni Kapan, Niki Niki dan akan terus dilakukan kegiatan hingga selesai membagikan masker dan penyemprotan Desinfektan.

“Masyarakat ingin pake masker tapi tidak tau,bahkan tidak bisa membeli karna itu kita harus beri teladan dan memotivasi, ujar Politisi PKPI ini.

Lebih lanjut kata Uksam terkait dana sudah disiapkan DPRD TTS tinggal menunggu aksi pemerintah dalam hal ini gugus tugas.

Tak lupa ia juga menghimbau agar pemerintah harus ikut protokol pemerintah untuk selalu menggunakan
masker beraktivitas saat keluar rumah.

“Harapan kita Covid 19 menjadi musuh bersama yang harus diperangi karna itu sangat penting motivasi sehingga semua pihak turut serta dalam upaya pencegahan Virus Covid 19.

Sementara Camat Amanuban Selatan Jhon Asbanu mengatakan terkait Covid 19 forkompimcat sudah membuat posko untuk update data di wilayah tersebut,
Tim juga melakukan sosialisasi secara terbuka maupun person ke semua desa tentang bagaimana mencegah virus Corona.

Setiap perkumpulan dalam jumlah besar juga dihentikan karna dikuatirkan ketika dibuka akan menarik perhatian yang nanti terjadi perkumpulan orang.

Ada beberapa keluhan,menurut camat Jhon yakni terkait penutupan pasar sehingga pendapatan masyarakat menurun ,setiap hari org luar masuk karna itu ia pun meminta semua pihak selalu melaporkan orang pendatang baru agar segera dilakukan tindakan.

Sementara untuk anggaran, sesuai instruksi Bupati TTS semua desa diminta melakukan perubahan APBDes untuk pencegahan virus Covid 19 dan pembentukan tim relawan desa.(sys)