Percepat Pembangunan Desa Terisolir, Pemkab Sikka Gunakan DID 26,6 Milyar

oleh -271 Dilihat
oleh

MAUMERE-METROTIMOR.ID – Bupati Sikka Fransiskus R. Diogo,S.Sos.M.Si mengatakan, supaya perencanaan kita lebih terintegrasi dan terpadu sehingga menjadi satu kesatuan dalam tindakan kolektif baik oleh pemerintah pusat, propinsi, kabupaten dan juga desa itu sendiri, sehingga perlu melibatkan pemerintahan desa dalam proses pelaksanaan pembangunan. Hal ini disampaikan Bupati Sikka saat Rapat Koordinasi bersama para Kepala Desa se Kecamatan Waiblama di ruang kerja Bupati Sikka, Jumat,08/11/2020.

 


Disaksikan Metrotimor.id, Bupati Sikka menegaskan bahwa DID yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Sikka sebesar 26,6 milyar akan digunakan untuk mempercepat proses pembangunan di beberapa wilayah desa yang masih terisolir, karena menurut Robi bahwa DID tersebut belum ada judulnya terkait penggunaannya.

Selanjutnya Bupati Sikka menambahkan bahwa dirinya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait dengan pemanfaatan dari DID ini, karena menurutnya bahwa Kabupaten Sikka saat ini lebih membutuhkan dana untuk pembangunan infrastruktur khususnya jalan.

Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Sikka Fitrianita Kristiani ketika diwawancarai Media usai kegiatan Rakor, Jumat,08/11/2020 menjelaskan,dalam rangka mendukung kebijakan Bupati Sikka, mulai tahun 2021 dilakukan proses sinkronisasi dan integrasi pelaksanaan program dan kegiatan yang sasarannya ada di Desa, maka Dinas PMD menggelar kegiatan Rapat Koordinasi antara Bupati dan OPD terkait bersama para Kepala Desa dari 6 Kecamatan.

Khusus di bidang pertanian lanjut Fitri, Dinas PMD siap mengawal perencanaan desa berbasis potensi desa, sebagaimana yang sudah disampaikan oleh beberapa desa dari Kecamatan Tanawawo dan Waiblama yang memiliki produk-produk unggulan yang pengembangannya sifatnya kawasan, jelas Kadis.

Sinkronisasi ini dilakukan lanjut Fitri, dari sisi perencanaan dan pengganggaran. Sehingga dalam kebjakan anggaran akan lebih fokus karena menurutnya Dana Desa tidak akan cukup untuk menyelesaikan semua persoalan di desa. Untuk itu pemerintah Kabupaten Sikka melalui Bupati Sikka dengan kebijakan ini tentunya sangat membantu pemerintah Desa dalam rangka percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, ungkap Fitri. (Frans Dhena)