Pemda Lembata Antisipasi Krisis Pangan, Kata Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan

oleh -162 Dilihat

 

LEMBATA,METROTIMOR.ID-Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, tengah mengambil langkah antisipatif menghadapi krisis pangan yang melanda daerahnya. Hal ini disampaikan oleh Kanisius Tuaq, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, dalam sebuah konferensi di ruang kerjanya pada Kamis, 7 Maret 2024.

Menurut Tuaq, sektor pertanian saat ini terkena dampak bencana alam El Niño, yang berdampak luas di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Lembata. “Krisis pangan ini adalah bagian dari komoditas strategis nasional yang harus dijaga, karena kebutuhan ini tidak bisa ditunda,” ungkap Tuaq.

Dalam mengatasi krisis tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah melakukan beberapa tahapan, mulai dari inventarisasi dan pendataan tanaman jagung yang rusak akibat bencana El Niño, hingga pengajuan permintaan anggaran ke berbagai instansi terkait.

READ  Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus Saek, Memimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2023

Tuaq juga menyebutkan bahwa bantuan pangan berupa beras sudah disalurkan kepada masyarakat, dengan setiap kepala keluarga mendapatkan 10 Kg beras dari cadangan pangan kabupaten sebanyak 100 Ton per tahun. Selain itu, bantuan sebanyak 7,5 ton jagung untuk 500 hektar lahan juga sedang dalam perjalanan menuju Lembata.

Pemerintah daerah juga telah mengidentifikasi lahan-lahan yang dapat dimanfaatkan untuk menanam jagung, termasuk lahan kebun sayur di Kota Lewoleba. Tuaq menekankan pentingnya kerja keras dan kolaborasi untuk mengatasi situasi darurat pangan tersebut.

READ  Padma Indonesia Tiba di Flotim Pantau Empat Kasus, Termasuk Tanah Eks PU Larantuka

Selain langkah konkret dalam menangani krisis pangan, pemerintah daerah juga tengah mengupayakan gerakan pangan murah (GPM) sebanyak 15 ton, dengan tujuan untuk menekan inflasi dan meringankan beban masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi dalam menghadapi krisis pangan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Lembata.

Apresiasi Terhadap Respons Cepat Pemerintah Lokal, Tidak hanya menghadapi krisis pangan, pemerintah daerah juga mengapresiasi respons cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata dalam menangani krisis pangan dan bencana El Niño. Langkah-langkah yang diambil diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani dan masyarakat secara keseluruhan.

READ  SMAN 1 Lobalain Memberikan Penjelasan Mengenai Pemblokiran Beasiswa PIP di Bank BNI Rote Ndao

 

Bantuan Pangan untuk Masyarakat Terdampak

Pemerintah juga telah mengalokasikan bantuan pangan bagi masyarakat terdampak, dengan jenis dan jumlah yang telah ditentukan, seperti bantuan jagung sebanyak 7,5 ton dan bantuan beras sebanyak 10 Kg per KK miskin ekstrim selama 6 bulan.

Dengan berbagai langkah strategis dan kolaborasi antar instansi, pemerintah daerah berharap dapat mengatasi krisis pangan ini dengan sebaik-baiknya dan memberikan perlindungan serta bantuan yang tepat bagi masyarakat yang terdampak.

(**)

No More Posts Available.

No more pages to load.