Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) Pasangan kepala daerah Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, SE, dan Wakil Bupati Stefanus Saek, yang dilantik pada 14 Februari 2019, bersiap untuk mengakhiri masa jabatan mereka sesuai dengan regulasi pemilu serentak pada 31 Desember 2023.
Dengan berakhirnya masa jabatan, Bullu dan Saek berkomitmen untuk menyelesaikan tugas-tugas terakhir mereka dengan penuh dedikasi.
Pada 14 Februari 2019, Bullu dan Saek resmi mengambil sumpah jabatan untuk memimpin Rote Ndao.
Masa kepemimpinan mereka selama lima tahun ini ditandai dengan upaya maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan potensi daerah.
Namun, mendekati akhir masa jabatan, persiapan untuk pemilihan kepala daerah serentak mewajibkan mereka menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan.
Menurut regulasi pemilu, kepala daerah yang masa jabatannya berakhir pada tahun pemilu harus menyerahkan tugas kepada penjabat bupati hingga dilantiknya kepala daerah yang baru terpilih.
Proses transisi ini menjadi momen penting bagi Rote Ndao, di mana penjabat bupati yang akan ditunjuk diharapkan dapat melanjutkan agenda pembangunan yang telah dicanangkan sebelumnya.
Masyarakat pun menantikan kepemimpinan baru yang diharapkan membawa kabupaten ini ke arah yang lebih baik.
Dengan semangat penuh, Bullu dan Saek berkomitmen untuk menyelesaikan tugas-tugas akhir mereka dengan baik, meninggalkan warisan positif bagi Rote Ndao, dan memberikan dukungan penuh dalam proses transisi kepemimpinan untuk masa depan yang lebih baik.
Dalam peresmian gedung koperasi “Sehati Ba’a,” Bupati Paulina menyampaikan pesan kepada warga Rote Ndao untuk menjaga kelancaran pemilihan umum, termasuk DPRD, Pilbup, dan Pilpres yang akan dilaksanakan pada tahun 2024. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus Koperasi Sehati Ba’a yang telah mengundangnya, meski kini di akhir masa kepemimpinannya. “Terima kasih ini akan menjadi kenangan bagi KSP Sehati peresmian gedung baru,” ucapnya.
(*salam redaksi)