Manfaatkan Hujan Awal, Kelompok TJPS Tanam Dengan Bibit Sendiri

oleh -79 Dilihat
oleh

 

BA’A,METROTIMOR.ID--Memanfaatkan hujan awal, sejumlah kelompk tani Program Tanam Jangung Panen Sapi (TJPS) di Kabupaten Rote Ndao, telah melakukan penanaman pada lahan masing-masing.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kebupaten Rote Ndao Salmun Haning, yang dikonfirmasi wartawan Kamis (10/12) terkait persiapan petani memasuki musim hujan (tanam).

Menurutnya, pantauan staf dinas dan PPL di lapangan sudah ada tiga kelompok TJPS di wilayah Desa Ba’adale dan Holoama, Kecamatan Lobalain dan Desa Lalukoen, Kecamatan Rote Barat Daya yang melakukan penanaman menggunakan bibit sendiri, sambil menunggu bibit yang didroping dari provinsi.

“Petani di tiga wilayah itu sudah memanfaatkan hujan awal untuk menanam menggunakan bibit sendiri, sambil menunggu bibit dari provinsi. Saya berharap bibit dalam waktu dekat sudah ada distribusi dari provinsi karena masih sekitar 700 hektare yang belum melakukan penanaman,” katanya.

Ia merinci, luasan kebun TJPS di Ba’adale yang sudah ditanami seluas 7 hekatare, Holoama 8 hektare, dan Lalukoen 8 hektare. Di mana di tiga areal tersebut memiliki sejumlah sumur gali, bak penampung, dan sumur bos, yang dapat mendukung petani apabila hujan tidak merata.

Ketika ditanya terkait persiapan petani gogo rancah (gora), kata dia, lahan petani yang tersebar di sejumlah kecamatan, baik yang berskala cukup besar, seperti areal persawahan Nggelak dan Naudale (Rote Barat Daya), Kapasiok (Lobalain), Lekobatu (Rote Barat Laut), Pantai Baru, Rote Timur, Landu Leko, serta di kecamatan lainnya yang berskala kecil dan tidak terkonsentrasi sudah siap ditanami saat curah hujan sudah merata.

Terpisah, Soleman Bailao, Ketua Kelompok TJPS Ba’adale kepada VN menjelaskan kebiasaan petani Rote selalu melakukan penanaman pada waktu yang dianggap tapat karena hujan tidak menunggu bibit.

“Kami melakukan penanaman menggunakan bibit sendiri karena hujan sudah cukup, dan saat ini jagung sudah tumbuh. Kalau menunggu bibit dari provinsi kita mungkin terlambat tanam, toh nanti kalau bibit datang ya sebagai pengganti bibit kami dan itu bisa sebagai cadangan bibit untuk di tanam pada musim kemarau memanfaatkan bak penampung yang ada,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Adrianus Adu, salah seorang petani di lokasi kebun TJPS Tuakasio, Desa Holoama. Ia mengatakan, dengan memanfaatkan curah hujan pertama, benih jagung yang ditanam sudah tumbuh.

Menurutnya, dengan dukungan 7 unit sumur gali dan 1 unit sumur bor di lokasi kebun, tidak akan ada hambatan terkait ketersediaan air. Selain itu, nantinya benih yang akan didroping dari Pemerintah Provinsi menjadi cadangan untuk penanaman musim tanam April-Oktober mendatang.

sumber : Victorynews.id