Ikuti Kisah Korban Selamat Dalam Peristiwa Tenggelamnya KMP JM FERY CITRA MANDALA BAHARI – Selasa, 31 Januari 2006)

oleh -270 Dilihat

Rabu (31/01/2024)
*HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN*
Oleh: *_David Ndolu, S.Pi_* _(Korban Selamat Dalam Peristiwa Tenggelamnya KMP JM FERY CITRA MANDALA BAHARI – Selasa, 31 Januari 2006)_

Tak terasa waktu begitu cepat bergulir.
Hari ini tanggal 31 Januari 2024
merupakan tanggal dan bulan yang selalu masih teringat dan terngiang serta membekas dalam benak memori hidup saya seakan-akan Lahir Baru ketika 18 tahun yang silam dalam peristiwa tenggelamnya *_Kapal Motor Penyeberangan (KMP) JEMBATAN MADURA (JM) FERRY CITRA MANDALA BAHARI_*, tujuan Pelabuhan Bolok (Kupang) – Pelabuhan Pantai Baru (ROTE) di Selat PUKU AFU tepatnya hari *SELASA, 31 Januari 2006* sekitar pukul *20.20 WITA (jam 08.20 malam)*.

_Ketika saya tak sadarkan diri dan hilang kira, tiba-tiba seluruh tubuh saya terjun ke laut dihempas Gelombang laut PUKUAFU._
Namun Sang Pemilik kehidupan masih tetap menolong dan menyertai saya hingga esok harinya _*Rabu, 01 Pebruari 2006 sekitar pukul 13.00 WITA*_, saya diselamatkan oleh Tim SAR Kapal KRI TNI kapal kedua, yaitu *KRI PANDRONG* _di sekitar selat Pukuafu, saya adalah korban terakhir diselamatkan dari 51 orang korban yang selamat dalam peristiwa naas tersebut._

_Dalam tenggang waktu selama 16 jam berada dan terapung mengandalkan pelampung baju, bergelut dan diterpa hempasan angin kencang/puting beliung dan gelombang Laut setinggi 3 – 4 meter, membuat hatiku tak ada harapan hidup dan kehidupan lagi. Namun lewat kuasa, mujizat dan Anugerah Tuhan Kita Yesus Kristus saya sudah diselamatkan._

_Begini Ceritanya:_

_Selama 16 jam diterpa badai gelombang laut di Selat Puku Afu setinggi 3 – 4 M dari pukul 20.20 WITA (jam 08.20 malam) hingga besok Rabu, 01 Februari 2006 pukul 13.00 WITA (jam 01 siang) baru saya ditemukan dan tertolong._

_Hanya Tuhan yang kuberharap, yang sanggup menahan dan menghapus deraian air mata saya saat dihempas badai gelombang laut di Selat Puku Afu._

_*Sesuatu hal yang tak ku sangka sepanjang masa dan dikenang slalu sampai akhir hidupku.*_

_Perlu diketahui bahwa saat saya diselamatkan oleh Tim SAR TNI AL oleh KMP PANDRONG pada jam 1 siang pada esok harinya tanggal 1 Pebruari 2006 saya adalah orang terakhir yang diselamatkan dari 51 orang korban selamat pada Kapal kedua milik TNI AL ini._

_Awalnya saat kapal tersebut menghampiri kami Korban yang berjumlah 6 orang tersebut (1 orang ABK, 1 orang anak kecil umur 3 tahun) Tim SAR sudah membuang pelampung kapsul, lalu kami 6 orang baku rampas, dan saya yang dapat duluan tapi akibat badai gelombang laut yang setinggi 3 – 4 meter, maka pelampung kapsul tersebut terlepas dari genggaman Tim SAR._

READ  Kompak Indonesia Desak KPK-RI Usut Tuntas Realisasi Jasa Nakes di RSUD Larantuka

_*Akibatnya gelombang laut menghempas dan sudah membawa saya jauh dari kapal tersebut.*_
_Terlihat dari kejauhan pandangan mata saya, hanya melihat dan menangis, terlihat sesama Teman-teman yang berjumlah 4 orang ditambah 1 orang anak kecil sudah tertolong Tim SAR TNI AL dengan menurunkan Tangga Kapsul milik Tim SAR dan 5 orang sudah ditolong dan naik di atas Kapal tersebut._

_*Namun tinggal saya sendirian masih terapung-apung di hempas badai gelombang laut yang setinggi 3 – 4 meter.*_

*_Saya hanya menangis karena sudah jauh dari kapal tim SAR, terus saya berkata berteriak dan menangis “Aduh Tuhan Yesus e.. itu kapal sudah jalan kasih tinggal beta sendiri sa…_*

*Puji Tuhan, akhirnya dengan Pertolongan Tangan Tuhan saya diselamatkan oleh Tim SAR TNI AL (KMP TNI PANDRONG).*

_Bayangkan Tim SAR TNI AL memutar Haluan sebanyak 4 kali hanya mau menyelamatkan saya seorang diri terapung dihempas badai gelombang Laut dengan memegang pelampung kapsul dan mengandalkan pelampung baju._

_*Saat putaran Haluan kapal pertama, kedua, dan ketiga, Tim SAR TNI AL membuang pelampung kapsul agar saya bisa diselamatkan, namun selalu saja saya diterpa dan dihempas badai gelombang yang setinggi 3 – 4 meter menjauhi Tim SAR sehingga saya tidak bisa sanggup mendapatkan pelampung tersebut.*_

_Puji Tuhan….._
_Akhirnya pada putaran Haluan keempat terakhir, Tim SAR TNI AL mengambil posisi haluan kapal mengikuti arah gelombang laut, kemudian Tim SAR membuang 2 buah pelampung berupa Tali yang sudah berlubang bersamaan yaitu satu didepan saya dan satu di belakang saya._

_*Selanjutnya akibat badai gelombang laut saya mendapatkan dan bisa memegang pelampung di belakang saya saat saya dihempas gelombang laut.*_

_Lalu saya ditarik dan diangkat ke atas kapal oleh 6 orang TIM SAR TNI AL._

_Diatas PALKA kapal, saya tidak bisa berjalan kaki karena kaki terasa keram semua, kemudian seorang Tentara menyodorkan sebungkus biskuit bersama segelas teh untuk dimakan dan diminum._
_Bersamaan dengan pakaian di badan saya dibuka dan digantikan pakaian baju kodek (baju langsung dengan celana)._

_*Saat itu, dalam hati kecilku, Puji Tuhan, saya sudah diselamatkan “LAMATUAK”.*_

_Setelah selesai berpakaian, saya digendong oleh 2 orang Tentara ke dalam Ruangan ABK kapal. Di sana sudah tersedia tempat tidur untuk istirahat._

_Namun dalam selang waktu yang bersamaan, tiba-tiba saya dibangunkan oleh seorang Tentara bahwa sudah sampai di pelabuhan Tenau Kupang pak._
_Tentara tersebut bertanya pada saya “bisa jalan ya pak”, teruuuus saya bilang tidak bisa jalan pak, kaki dong keram pak…_

_*Akhirnya Dengan bantuan sebuah TANDU, saya digendong 2 orang tentara dan diletakkan di atas Tandu dengan posisi tidur, selanjutnya saya dijunjung keluar dari kapal di pelabuhan Tenau Kupang menuju Mobil Ambulance milik RSUD W. Z. Johanis Kupang sekiranya Pukul 14.00 WITA (jam 2 siang).*_

READ  Respons PPK terkait Masalah Pekerjaan Jalan di Flores Timur yang Belum Selesai

_Kemudian saya diantar ke RSUD W. Z. JOHANIS KUPANG untuk mendapatkan kesempatan penanganan dan pengobatan medis._
_Setibanya didalam ruangan Rumah Sakit tersebut, keluarga Pertama yang saya lihat dan terharu adalah Saudaraku Bapak Frits Haning, saat itu saya menangis terharu melihat dan saling berpelukan._

_Selanjutnya saya diantar masuk ke dalam Ruang opname untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut._
_Dalam ruangan tersebut masih teringat dan tersimpan dalam memori saya.. seorang bidan memegang kaki dan tangan saya._
*_Saat itu, saya Berteriak keras.. aduh sakit …keram… jangan pegang ibu bidan…._*

_Kemudian saya ditangani para medis (perawat dan bidan) dan diinfus sebanyak 4 botol infus._
_Selama berada dalam ruangan opname, saya tidak mau makan…saya bilang sama perawat dan bidan, bahkan keluarga yang menjaga menemani saya (waktu itu mama bea, bapa Nelson dan terlalu banyak keluarga yang ada di Kupang yang datang menjenguk saya) bahwa saya hanya minum air saja.._

*_Perlu diketahui bahwa selama berada dalam ruangan opname, saya tidak bisa berjalan kaki. Sehingga setiap kali saya mau buang air kecil dan besar, saya harus digendong diantar keluarga ke dalam kamar mandi. Terkadang diantar perawat._*

_Setelah memasuki botol infus keempat sekiranya Pukul 01.00 WITA dini hari (jam 1 hampir siang tanggal 2 Pebruari 2006), saya merasakan kaki saya sudah membaik dan bisa jalan.._
_Satu jam kemudian setelah botol infus keempat habis, seorang dokter datang menghampiri saya dan bertanya.. … “Bapa punya Badan, ada yang Luka ko” ???_

_*Lalu saya Jawab : tidak ada dokter.. jadi, saya mau pulang rumah sa.. dokter..*_

_*Karena saya baru pertama kali masuk rumah sakit.*_
*_Saya takut dokter._*

_Akhirnya sekiranya Pukul 02.00 WITA Dini hari, Dokter yang menangani saya diperbolehkan pulang rumah bersama semua keluarga RSS OESAPA dan keluarga lainnya yang menjaga menemani saya._

Setelah sampai di rumah RSS OESAPA Blok R13 dimana saya tinggal, dibentuk, dibina hingga menjadi orang yang berguna bagi Nusa dan Bangsa yaitu Rumah milik Bapak Nelson Meok, kemudian Mama kecil saya *Mama Bea Meok Haning* bertanya kepada saya ….Dai Buka baju ko ganti dulu..
Seketika itu, saya buka baju dan ternyata terlihat di bagian dada terluka semacam goresan dan ada luka pada bagian Leher saya akibat gesekan Tali pelampung selama 16 jam di hempas dan diterpa gelombang laut.

_*Akhirnya pada Hari itu juga Kamis, 02 Pebruari 2006 sekiranya Pukul 08.00 saya diantar kembali ke RSUD W. Z. Johanis Kupang untuk mendapatkan penanganan perawatan lebih lanjut…*_

READ  Masyarakat Pertanyakan Upah Kerja Rabat Jalan di Desa Hoi, TTS

_Perlu diketahui bersama bahwa setiap hari seluruh kulit tubuh saya terkelupas semacam Udang atau Kepiting Ganti Kulit.._

_Demikian sedikit rintihan kejadian naas di Selat Puku Afu yang saya alami Saat perisitiwa tenggelamnya KMP JM FERRY CITRA MANDALA BAHARI TUJUAN KUPANG – ROTE.. masih ada tersimpan banyak cerita lagi.. .. nnti baru saya ceritakan lebih lanjut ketika saat bertemu dan berhadapan bertatap muka._

_Sekali lagi…….._
_Terimakasih buat keluargaku tercinta Istriku Gian Evaresto Giselle Mariana (Juana Nunes dan Kedua anakku tersayang Gian dan Giselle, Adik VitryEvvan Ndolu (Ida) dan adik Lince Simon (Lince) serta Papa boisuek Niko Ndo’u (Almarhum) dan Mama boisuek Susana Ndolu Haning (Almarhumah), bpk Nelson Meok dan Mama Kecil Huberta Meok Haning, bapak Bobby Jacob Mooynafi, Bapak Pdt. Untung Mooynafi, bapak Roni Mooynafi serta saudara/i, teman, sahabat, kenalan dan handai tauladan dimanapun berada yang turut serta mengambil bagian dan menyisihkan waktu, tenaga, pikiran dan bantuan dalam pencarian korban yang selamat, meninggal maupun korban yang hilang hingga saat ini._

*_Hanya Tuhan Sang Pemilik Hidup yg sanggup membalas Budi baik dan jasa Bapak/ibu, saudara/i sekalian. Terutama Papa, Mama dan Kedua adikku yang senantiasa terus berharap dan tak henti-hentinya berdoa selama 16 jam berada dalam hempasan badai gelombang Laut Selat Puku Afu – Rote._*

_*Perlu diketahui bahwa… Selama itu, saya tidak pernah makan apapun kecuali air minum yang selalu disiapkan oleh Tuhan setiap kali saya merasa haus. Ombak yg tinggi, hujan yang deras disertai angin yg kencang tidak terasa buat saya saat itu. Mustahil bagi fikiran manusia untuk bisa selamat karena tempat tersebut dihuni oleh ikan hiu yang buas.*_

_Akhirnya saya paham dan mengerti bahwa apapun yg terjadi buat kita itulah yg terbaik menurut pandangan ALLAH dan RANCANGAN ALLAH akan INDAH PADA WAKTUNYA._

_*Harta, jabatan, kehormatan, dan lain-lain, tiada artinya buat kita kalau TUHAN sudah mengambil ROH yg asalnya dari-Nya.*_

_Oleh karena itu, berbuatlah selalu yang terbaik buat sesama dan alam walaupun engkau dicibir dan dihina, sebagai rasa syukur kepada ALLAH atas ROH yang telah diberikanNya itu._

_*Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan karena dalam peristiwa tersebut saya juga adalah salah satu korban yang SELAMAT dari sekian RATUS jiwa yang tenggelam dan hilang belum ditemukan hingga detik ini.*_

*_Teriring Doa dan Salam hormat saya._*
_Terimakasih Tuhan._
_Immanuel._
_Amin._

No More Posts Available.

No more pages to load.