Hentikan Donasi, Pemda Flotim Gagap Respon Bencana Erupsi Gunung Lewotobi

oleh -1644 Dilihat
Bung Sila

Florestimur, Metrotimor.id–Jumat 26 Januari 2024 Bung Sila, seorang relawan kemanusiaan, menyerukan penghentian donasi dan pencabutan perpanjangan status tanggap darurat akibat lambatnya respons Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur terhadap bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang masih aktif. Respon yang terlambat dari Pemda menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk warga yang terdampak langsung.

Menurut Bung Sila, dana operasional penanganan warga terdampak erupsi yang seharusnya mencapai Rp.400 juta, yang disebutkan berasal dari BNPB Pusat dan Pemprov NTT, ternyata nihil. Bahkan, Dana Tak Terduga sebesar Rp.1,5 miliar yang telah ditetapkan dalam APBD Flotim 2024 juga tidak tersalurkan. Bung Sila mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah setempat.

READ  Kapolsek Dengar Curhatan Anggotanya: Kegiatan "Nge-Barbar Yuk..." Dibuat Berbeda
Rusaknya Tandon di Posko Konga Kabupaten Flotim

Dampak dari kegagalan respon Pemda tersebut terasa di lapangan. Beban operasional Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Bantuan Operasional Non-Bahan Bakar Minyak (BON BBM) mencapai Rp.35 juta, mengakibatkan kebutuhan air bersih di posko lapangan (Konga) tidak terpenuhi. Peralatan masak yang rusak dan tandon yang tidak bisa digunakan memperparah kondisi, menyebabkan antrian dan keterlambatan dalam pelayanan makanan.

Bung Sila menyoroti bahwa bantuan yang diterima Pemda Flotim lebih banyak berasal dari kemurahan hati rakyat, termasuk korek api atau pemantik. Ini, menurutnya, mencerminkan kegagalan sistem koordinasi dan komunikasi lintas unsur, yang seharusnya melibatkan Pemerintah, Masyarakat, Dunia Usaha, Akademisi, dan Media.

READ  Bupati Paulina Kukuhkan Empat Puluh Sembilan Maneleo Di Rote Selatan

Dalam evaluasi tanggap darurat, unsur-unsur tersebut tidak dilibatkan, dan ini berdampak negatif pada koordinasi dan komunikasi. Bung Sila menegaskan bahwa manajemen respon bencana yang gagap juga merupakan bencana dalam dirinya sendiri.

Dandan yang Bocor do Posko Kongo

Sementara itu, pertanyaan tentang keberadaan Dana Operasional sebesar Rp.400 juta dipertanyakan. Bung Sila dengan nada marah menyatakan bahwa jika dana tersebut benar-benar ada dan belum cair, Pemda harus segera mengatasi kendalanya. Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama, dan manajemen respon yang buruk adalah bencana itu sendiri.

READ  Plh Bupati Rote Ndao Pantau Pelaksanaan Pemilu 2024

Pantauan media juga mencatat bahwa akibat penanganan mitigasi bencana yang buruk, ada warga yang harus dirawat di kabupaten Sikka hingga meninggal dunia karena sakit yang diderita saat tidur di posko Konga yang hanya beralaskan air dan tikar. Situasi ini semakin menggambarkan urgensi respons cepat dan efektif dari Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur dalam menghadapi bencana yang melibatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat setempat. (RS)

No More Posts Available.

No more pages to load.