Diduga Polres Flotim Alihkan Materi Laporan TAW, Matias Lidang Minta Polda Ciduk Penyidik Polres Flotim dan Pejabat Bank NTT

oleh -169 Dilihat
Topi putih Thomas Arif Wijaya Baju kotak-kotak Matias Lidang Sabon SH., MmM

 

Larantuka, Metrotimor.id – Konfrontasi yang dilakukan oleh Polres Flotim diduga menyimpang dari materi pemeriksaan antara oknum Bank NTT dan debitur Thomas Arief Wijaya. Matias Lidang Sabon, yang akrab disapa Tias, menilai penyidik tidak fokus pada laporan pemalsuan dokumen yang dilaporkan oleh Thomas Arief.

“Sudah jelas materi laporan debitur Thomas Arief adalah pemalsuan dokumen. Penyidik hanya perlu mempelajari itu saja. Tersangka sudah jelas siapa,” ujarnya dengan kesal.

Menurut Matias, konfrontasi yang dilakukan antara pihak Bank NTT dan Thomas Arief seharusnya sudah menunjukkan siapa tersangkanya. “Sebelumnya semua orang sudah tahu siapa oknum pejabat Bank NTT yang terlibat. Pelaku dalam Bank NTT, Muhamad Jais, sudah mengakui bahwa dia yang melakukan perubahan dokumen itu. Kenapa kerja polisi lambat?” tandasnya.

READ  Kembangkan Potensi Wisata Lokal, Dinas Pariwisata dan Ekraf Lembata Gelar Workshop Penyusunan Paket Wisata 2023

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian seharusnya tidak tebang pilih. “Bagaimana ini kalau oknum pejabat punya kepentingan saling mengamankan? Rakyat jadi korban. Saya minta Kapolda NTT untuk segera menciduk penyidik Polres Flotim karena kinerjanya dipertanyakan,” jelas Matias Lidang Sabon, SH., M.H., Kamis 6 Juni 2024.

Menurut pantauan media, sebelum konfrontasi dilakukan, terlihat oknum pejabat Bank NTT dan rekan-rekannya bertemu secara internal di sebuah ruangan bersama petinggi Polres. Undangan PDF kepada Thomas Arief Wijaya yang seharusnya dimulai pukul 9 pagi, tertunda hingga hampir pukul 11 siang baru mereka bubar. Konfrontasi antara oknum Bank NTT dan Thomas Arief baru dimulai sekitar pukul 11 siang.

READ  Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrim: Personil Barbar Polsek Pantai Baru Himbau Warga Pesisir

“Kepolisian harus cerdas menentukan tersangka dari laporan pemalsuan dokumen. Jais sudah mengaku sebagai pelaku pemalsuan dokumen dengan alasan kantor terbakar, sehingga dia membuat akta baru. Padahal akta lama ada di tangan debitur. Kenapa dia tidak konfirmasi baik-baik?” tambah Matias.

Hingga berita ini diturunkan, Kasat Reskrim Polres Flotim, Martin Lazarus La’a, SH, belum memberikan komentar terkait lanjutan dan pemeriksaan konfrontasi antara oknum pejabat Bank NTT dan debitur Thomas Arief Wijaya. (*RS)

No More Posts Available.

No more pages to load.