Debitur Bank NTT Arif Wijaya Merasa Dirugikan oleh Bank NTT, Ini Hasil Investigasi PADMA

oleh -2039 Dilihat

LARANTUKA,METROTIMOR.ID–Arif Wijaya, seorang debitur di Bank NTT Cabang Larantuka, mengungkapkan sejumlah kejanggalan terkait utang piutang senilai 1,5 miliar yang dimulai sejak tahun 2018. Ia telah mengadukan masalah ini kepada Padma Indonesia (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian).

Dalam pengaduannya, Arif Wijaya merasa dirugikan oleh tindakan oknum pegawai Bank NTT Cabang Larantuka dan mengklaim telah membayar jumlah utang yang melebihi batas normal.

Padma Indonesia, yang dipimpin oleh Gabriel Goa dengan dukungan Krisantus Kwen dari wilayah Flores Timur, Lembata, Alor, telah berkomitmen untuk memastikan bahwa hak-hak Debitur Arif Wijaya untuk keadilan akan dipenuhi. Mereka mencurigai ada manipulasi dokumen, termasuk nama dan tanda tangan debitur, serta upaya untuk menghilangkan dokumen pembayaran cicilan bernilai ratusan juta rupiah. Selain itu, proses hukum yang terjadi di Pengadilan Negeri Larantuka juga diduga memiliki cacat prosedural yang mengabaikan fakta-fakta yang diajukan oleh Debitur.

READ  Polres Rote Ndao Serahkan TSK & Barang Bukti Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur ke Kejaksaan

Padma Indonesia terus menginvestigasi kasus ini, dengan San Kwen dan Gregorius Senari Durun, SH, aktif mengumpulkan fakta. Hingga 12 Agustus 2021, rincian tunggakan hutang mencakup hutang pokok sebesar Rp 286 juta, hutang bunga sebesar Rp 252.525.385,61, bunga sebesar Rp 1.018.630,14, dan hutang subrogasi sebesar Rp 1.125.000.000. Total yang harus dibayar oleh Debitur Arif Wijaya mencapai Rp 1.664.544.015,75.

READ  Brigjen TNI Dody Triwinarto Terpilih Sebagai Ketua Umum Taekwondo Sulawesi Tengah 2024-2028

Meskipun dari perhitungan yang sudah dibayarkan oleh Debitur atas pinjaman sebesar 1,5 miliar, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 3 miliar.

Kasus ini tetap menjadi fokus penyelidikan oleh Padma Indonesia, sementara pihak Bank NTT Cabang Larantuka, yang diwakili oleh Naldi Ndolu, memilih untuk tidak memberikan komentar ketika dihubungi oleh awak media pada tanggal 25 September 2023.

READ  Senyuman Emak-Emak Desa Kuli di Jumat Spesial

(*Ritha Senak)

No More Posts Available.

No more pages to load.