Bupati Imbau Warga Perantau Jangan Pulang Sampai Situasi Normal

oleh -66 Dilihat
oleh

ROTE NDAO,METROTIMOR.ID–Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu mengimbau warga Rote yang berada di perantauan tidak pulang ke kabupaten tersebut untuk sementara waktu, hingga kasus virus corona (Covid-19) yang melanda dunia dan Indonesia saat ini dapat teratasi dan situasi menjadi normal kembali.

Demikian disampaikan Bupati Paulina didampingi Wakil Bupati Stefanus M Saek dalam imbauan yang disampaikan melalui media di kantor bupati setempat, Selasa (30/3).

Ia menyampaikan, selaku bupati dan wakil bupati, mewakili seluruh masyarakat Rote Ndao perlu menginformasikan kepada seluruh orang Rote yang berada di perantauan bahwa kondisi Nusa Lote, Nusa Fua Funi dalam keadaan Soda molek (baik-baik). Oleh karena itu besar harapan seluruh warga yang berada di perantauan juga berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan menhikuti imbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah di manapun berada.

Paulina menjelaskan, pemerintah labupaten besama Forkopimda, dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah bekerja keras untuk menangani dan mencegah masuknya virus mematikan tersebut ke Rote Ndao.
Menurutnya, salah satu cara penyebaran Covid-19 adalah melalui orang dari daerah (area) terinfeksi. Walau sejumlah daerah telah melakukan pembatasan keluar-masuknya orang, tetapi kenyataannya hingga saat ini masih banyak juga yang terus berdatangan ke Rote Ndao dari daerah berisiko Covid-19.
Untuk itu, kata dia, Pemkab Rote Ndao mengimbau kepada warga Rote yang berada di rantau, baik mahasiswa dan para pekerja hendaknya tidak perlu panik untuk pulang ke Rote karena besar kemungkinan ketika melakukan perjalanan pulang akan terkontaminasi virus tersebut baik di mobil, kapal laut, maupun pesawat terbang, sehingga Covid-19 akan dengan mudah masuk ke Rote Ndao.

“Tolong dipikirkan karena basodara semua yang ada di Rote bisa terkena virus ini, jika kedatangan orang dari area risiko Covid-19,” kata dia.

Menurut Paulina, fasilitas kesehatan dan SDM medis di Rote Ndao sangat terbatas, sehingga jika virus corona masuk maka akan menimbulkan dampak yang luar biasa sulit. Akan lebih mudah jika semua basodara yang berada di perantauan tetap di sana karena jika mengalami sakit, akan lebih mudah tertangani.

“Jadi sekali lagi saya imbau tolong pertimbangkan ini dan tidak melakukan perjalanan pulang ke Rote. Bersabarlah hingga pemerintah yang sekarang ini berjuang mengtasi Covid-19 dapat menangani hingga tuntas,” ujarnya.

Wakil Bupati Stefanus M Saek menambahkan, sebagai bentuk cinta (kasih sayang) terhadap keluarga yang berada di Rote, untuk sementara diharapkan warga sementara berada di tanah rantau tidak pulang ke Rote.
Menurutnya, walau hingga saat ini belum terdapat warga Rote Ndao yang berstatus Pasian Dalam Pengawasan (PDP), Suspect, dan Positif Corona, tetapi mencegah lebih baik dari pada mengobati. Sehingga warga Rote yang bersekolah, bekerja di Jawa, Bali, Papua, Sumatra, Kalimantan, bahkan di luar negeri diharapkan jangan pulang dulu, hingga situasi ini kembali normal.

Sumber : victorynews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *