Bendungan Napung Gete Mulai Dilakukan Pengisian Air Awal (Impounding)

oleh -128 Dilihat
oleh

Editor: Agustinus Bobe,

MAUMERE, METROTIMOR.ID-Bendungan Napun Gete terletak di Desa Ilin Medo Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Propinsi NTT merupakan proyek nasional yang dikerjakan oleh PT.Nindya Karya sejak 9 Desember 2016, dan Senin (28/12/2020) mulai dilakukan pengisian Air Awal Waduk (Impounding).

Pengisian air awal ini ditandai dengan Penekanan tombol. Kepala Balai Wilayah Sungai NTT II, Ir. Agus Sosiawan, M.E, dalam laporannya menyebutkan Direktorat Jendral Sumber Daya Air Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II,mulai melaksanakan pembangunan Bendungan Napun Gete sejak tanggal 9 Desember 2016 dan direncanakan akan selesai pada bulan Agustus 2021.

Dan, pengisian awal waduk atau impounding Bendungan Napun Gete merupakan bagian dari tahapan pekerjaan yang harus dilaksanakan sebelum pekerjaannya selesai.

Pembangunan bendungan ini dilaksanakan dalam upaya memanfaatkan potensi sumberdaya Air yang ada untuk dimanfaatkan dalam penyediaan air baku kurang lebih 214 liter perdetik dan meningkatkan irigasi 300 hektar,”jelasnya

Pada kesempatan kegiatan pengisian air awal Bendungan Napun Gete, Ir. Agus Sosiawan, M.E, menyampaikan, masih ada beberapa tahapan yang akan dikerjakan hingga tuntasnya pembangunan Bendungan Napun Gete, yaitu akan melaksanakan pekerjaan tambahan berupa pembangunan akses jalan kurang lebih 11 Km, pembangunan fasilitas umum berupa sekolah dasar, pustu dan kapela.

Selain itu, Ia menyebutkan masih ada 3 bendungan baru di Provinsi NTT saat ini sementara dalam tahap pembangunan.

Ketiga bendungan tersebut yakni Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang.

“Satu bendungan lain yang akan dimulai pembangunannya pada tahun 2021 yakni pembangunan Bendungan Mbay atau Lambo di Kabupaten Nagekeo,” ungkapnya.

Bendungan Napun Gete termasuk salah satu dari 6 bendungan yang sedang dan telah dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, dimana 2 diantaranya telah selesai dilaksanakan yakni Bendungan Raknamo dan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Perbatasan Timor Leste.

“Kami sampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bupati Sikka, Ketua DPRD dan seluruh jajaran serta masyarakat Kabupaten Sikka yang telah memberikan dukungan sepenuhnya terhadap pembangunan bendungan ini, secara khusus bagi masyarakat Desa Werang dan Desa Ilin Medo,” ungkapnya.

Asisten II Setda Sikka, Fred Djen dalam sambutannya menyampaikan Kabupaten Sikka memiliki musim kemarau cukup panjang sedangkan musim hujan pendek, sehingga kebutuhan air baku juga berkurang.

“Mudah-mudahan dengan selesainya pembangunan Bendungan Napun Gete, maka secara perlahan kekurangan air itu dapat dijawab baik untuk pertanian maupun air baku untuk air minum,” ungkap Fred Djen.

Pembangunan Bendungan Napun Gete tidak berakhir dengan bangunan ini selesai, pasti ada tahapan mengantarkan air ke Kota Maumere,”sebutnya.

Dirinya mengatakan beberapa hari lalu sudah memanggil Kadis Lingkungan Hidup untuk bisa berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai II untuk bisa menjaga kelestarian di lingkungan Napun Gete.

“Atas nama pemerintah kabupaten, kami sampaikan terimakasih yang sebesarnya kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR dan BWS NTT II yang telah menjawab kebutuhan akan air minum Kabupaten Sikka,” ungkapnya.

Direktur Bendungan dan Danau Kementerian PUPR, Airlangga Hardjono, S.T,M.T, mengatakan atas nama Direktor Jendral yang berhalangan hadir, pihaknya menyampaikan terimakasih atas dukungan Pemkab Sikka dan DPRD Kabupaten Sikka dan juga masyarakat Sikka sehingga hari ini bisa terlaksana kegiatan pengisian awal air di Bendungan Napun Gete.

“Kami sampaikan terimakasih atas dukungan semua pihak sehingga hari ini bisa terlaksana kegiatan pengisian air awal di Bendungan Napun Gete,” ungkapnya.

Pengisian air awal ini ditandai dengan penekanan tombol secara bersama-sama oleh Direktur Bendungan dan Danau Kementerian PUPR, Airlangga Hardjono, S.T,M.T, Kepala Balai Wilayah Sungai NTT II, Ir. Agus Sosiawan, M.E, Ketua DPRD Kabupaten Sikka,Donatus David,SH,Asisten ll Setda SIKKA,Fred Djen,Direktur Produksi dan HSE PT.Nindya Karya(Persero)Firmanus Yah,Direktur PT Indra Karya(Persero),Gagah Guntur Ariwibowo.Setelah itu dilanjutkan dengan Penanaman pohon durian secara simbolis.

Untuk diketahui Bendungan Napun Gete yang terletak di Kecamtan Waiblama ini mulai dikerjakan pada 9 Desember 2016 oleh PT.Nindya Karya dengan dana APBN sekitar Rp 880 Myliar.Bendungan ini diketahui memiliki kapasitas tampung air 11,22juta M3 dengan luas genangan 99,78 hektar.

(Athy Meaq)