Badan Kehormatan DPRD TTS Terima Laporan Keluarga Yusuf Nggeong

oleh -34 Dilihat

Editor: Agustinus Bobe

SoE, METROTIMOR.ID — Ketua Badan Kehormatan DPRD TTS Sefrids Nau saat dihubungi Metrotimor.id Senin (20/4/2020) di SoE, mengatakan pihaknya telah menerima pengaduan dari korban dan keluarganya terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum DPRD TTS Jean Neonufa.

” Iya. Benar tadi kami sudah terima pengaduan dari bapak Yusuf Nggeong dan keluarganya. Kami pun akan segera tindaklanjuti sesuai tata tertib dan tata beracara Badan Kehormatan.

Meskipun pak Jean Noenufa pun sebagai Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD TTS tetapi kami akan tetap memroses kasus ini,” tegas Nau .

Anggota DPRD Jean Neonufa membantah jika dirinya melakukan penganiayaan terhadap korban Yusuf Nggeong. Dia hanya menunjuk saja bukan seperti yang dilaporkan ke polisi bahwa ada dugaan menganiaya,” bantahnya.

Menurutnya hal ini terjadi karena saat korban datang ke lokasi SPBU atau ketempat kejadian, ia sedang dengan sejumlah pemuda minum minuman keras atau alkohol sehingga menanya kepada korban apakah korban kenal dia atau tidak ( lu kenal beta ko sonde) dan sambil menunjuk tanganya ke arah muka korban,” pungkasnya.

Jean Neonufa ketika di hubungi Metrotimor.id di Nunumeu, Selasa (21/4/2020) siang mengakui dirinya bersalah sehingga kini tengah berupaya melakukan langkah upaya damai .

” Kini keluarga saya sementara ada pendekatan dengan keluarga bapak Yusuf Nggeong untuk tempuh damai . Saya akui salah karena waktu itu saya kilaf .kami ada minum minuman keras ( Miras) sedikit,” ucapnya

Fransiska Nggeong anak putri kandung korban saat di DPRD TTS Senin 20 April 2020 mengatakan, oknum anggota DPRD TTS Jean Neonufa jangan membantah bahwa tidak memukul ayahnya tapi hanya menunjuk saja. Bantahan dia tidak beralasan,” tutur Fransiska.

” Boleh bantah tapi kami sudah melihat di rekaman CCTV  yang ada di SPBU Oenali. Ketika oknum anggota DPRD TTS Jean Neonufa masuk dengan mobilnya di area itu larinya xig xag bahkan bakar rokok di dekat nosel,  tetapi tidak ada orang yang berani menegur.

Untung bapak saya tidak turun dari mobil, kalau turun bapak saya pasti babak belur,” urai Fransiska.

Pewarta : Jackson Faot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *