Anggota DPRD Belu Dukung TKI Malaysia Tempuh Jalur Hukum, Florianus Nahak Siap Hadapi Polri

oleh -65 Dilihat
oleh

Editor: Agustinus Bobe

ATAMBUA, METROTIMOR.ID– Anggota DPRD Belu Theodorus F.Seran Tefa, Senin (27/4/2020) di Atambua, menyatakan sikap mendukung Lembaga Pemantau Perdagangan Manusia ( LPPM) atau Human Trafficking Watch Instution ( HTW) Perwakilan Malaysia untuk menempuh jalur hukum terkait kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oleh pemilik akun facebook atas nama Florianus Nahak.

Dugaan pelecehan ini pun telah dilaporkan oleh LPPM atau HTW dengan dalih akun Florianus Nahak menyuruh para TKI di Malaysia ” makan Taek, kenapa…Siapa suruh jadi TKI? karena malas kerja di rumah sendiri,”

Theodorus Seran Tefa mengatakan, jika akun facebook itu benar milik Kepala Bappeda Belu, maka hal itu sangat tidak pantas dan sangat melecehkan martabat manusia.

” Sesungguhnya dia menghargai mereka sebagai pahlawan devisa di negara ini. Dari kontribusi merekalah yang dapat membantu perekonomian keluarga dan pembangunan dalam negara kita. Harus dia sadar dan tahu itu,” tegasnya.

Kepala Perwakilan LPPM Dewi Kholifah mengharapkan kepada aparat penegak hukum untuk memproses pengaduan mereka secara arif dan bijaksana.” Jangan hukum itu hanya tajam kebawah tetapi tumpul ke atas.Pemilik akun facebook harus bertanggungjawabkan perbuatan dan ucapanya,” tegas DK biasa akrab disapa.

Menanggapi desakan tersebut  pemilik Akun Facebook Florianus Nahak yang dikutip KompasTV Kupang, Edisi Senin ( 27/4/2020) mengakui dirinya telah memberikan komentar atas postingan di dalam akun facebook tersebut.

” Saya komentar itu maksudnya posetif. Bukan untuk melecehkan para TKI. Apa yang saya tulis itu, untuk menyanggah isi postingan bahwa TKI makan rumput untuk bertahan hidup adalah hoax,” bantahnya.

Florianus Nahak kini menjabat sebagai Kepala Bappeda atau BP4D Kabupaten Belu ini pun siap memenuhi panggilan polisi, jika penyidik kepolisian memintanya untuk memberikan keterangan, terkait laporan LPPM tersebut.

Sumber pewarta: Anis ikun/ KompasTV Kupang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *