Akhirnya, BM NSS Honda Minta Maaf Ke Wartawan Timex

oleh -89 Dilihat
oleh

BA’A,METROTIMOR.ID–Defi Karel Manafe, yang saat ini menjabat sebagai Brand Manager NSS Honda Kupang, akhirnya meminta maaf kepada wartawan harian pagi, Timor Express, Marnix Saleky, yang bertugas di Kabupaten Rote Ndao. Permohonan maaf ini difasilitasi oleh salah satu kepala devisi di NSS Honda pos Rote, Andi Aplugi.

Sebelumnya, Defi yang diduga melontarkan kata kotor itu telah berupaya untuk membangun komunikasi dengan Max Saleky, melalui beberapa pesan whatsapp yang dikirimnya. Namun karena kesibukan, maka baru direspon setelah dihubungi pertelepon oleh Andi Aplugi, Sabtu (9/5/2020) malam.

Marnix Saleky Wartawan TImex

Marnix Saleky yang dihubungi Metro Timor.id, pertelepon, Minggu (10/5/2020), membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, sesuai petunjuk yang diperoleh dari redaksinya Timor Express, maka dia bisa membuka komunikasi.

“Masalah ini sudah disampaikan ke Redaksi Timex, Jumat (8/5/2020). Pemred saya bilang, jika pihak NSS datang dan mengakui, serta berani meminta maaf, maka kita (Timex) maafkan. Biar ini jadi pelajaran buat kita”, kata Max Saleky.

Selain itu, wartawan yang biasa disapa Max, juga mengatakan, dia bersikap profesional dalam menjalankan tugas sebagai seorang jurnalis yang tidak mengkait-kaitkan profesinya dengan kepentingan lain. Sehingga dia juga berharap pihak NSS pun demikian.

“Kita semua pasti profesional. NSS Honda pun pasti demikian. Ini kan hanya butuh waktu untuk implementasinya saja”, kata mantan pemimpin redaksi, Tabloid NTT POS ini.

Namun menurutnya, masing-masing perusahaan tentu memiliki kebijakan tersendiri, yang tidak ingin membuat keputusan yang pada akhirnya berdampak pada perusahaan itu sendiri. Dan tentu melalui sebuah tahap pengkajian yang mendasari ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, permohonan maaf tersebut disampaikan langsung oleh BM NSS Honda Kupang, Defi Karel Manafe, Sabtu (9/5). Melalui sambungan pertelepon dengan menggunakan telepon genggam milik Andi Aplugi, di kediamanan Max Saleky, persoalan yang melibatkan NSS Honda dan wartawan Timor Express itu berhasil diselesaikan.

“Aduh beta minta maaf om Max. Yang kemarin itu bukan ditujukan kepada om Max. Kebetulan waktu itu beta lagi tarik motor di konsumen. Sekali lagi beta minta maaf om Max”, begitulah suara Defi Manafe dalam pembicaraan yang terekam.

Walau belum sepenuhnya mengakui tujuan ungkapan bernada makian yang barhasil terekam itu, tetapi semua persoalan tentang dugaan makian dari BM NSS Honda Cabang Kupang kepada wartawan harian Timex, sudah diselesaikan secara baik-baik. Kesepakatan damai antara kedua belah pihak walau tidak dibuat di atas kertas bermaterai, tetapi sudah ada kesepakatan antara keduanya untuk tetap menjaga hubungan kemitraan.

“Mungkin melalui cara inilah, kita bisa bertemu. Karena tak selamanya malapeta membawa petaka. Selalu ada hikmah di balik sebuah musibah”, begitulah suara percakapan yang sarat dengan suasana keakraban dari keduanya.

Defi Karel Manafe, Brand Manager NSS Honda Cabang Kupang yang dihubungi Metro Timor.id, via pesan singkat (sms), Senin (11/5), mengakui adanya penyelesaian tersebut. Pengakuan ini sejalan dengan informasi yang diperoleh media ini, bahwa kedua belah pihak tidak ada lagi persoalan yang harus disoalkan, dan semua profesi kembali dijalankan secara professional.

“Sudah, om Depo, beta dengan om Max sudah selesai”, begitulah makna yang tersirat dalam kiriman pesan sms dari Defi Karel Manafe. (*MTID06)