Tandatangani Prasasti Titik Nol Selatan Indonesia di Rote, Menteri dan Wamen Desa PDTT Tinggalkan Tapak Kaki

oleh -137 Dilihat
Mendes PDTT H. Abdul Halim Iskandar bersama istri dan Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi bersama istri, foto bersama Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao, Ketua DPRD Rote Ndao, Danlanal Pulau Rote, usai penandatanganan prasasti dan pencetakan telapak kaki. Foto: Dok.Humas PEmkab Rote Ndao

 

 

 

ROTE NDAO,METROTIMOR.ID – Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) H. Abdul Halim Iskandar dan Wakilnya Budi Arie Setiadi, meninggalkan tapak kaki di Titik Nol Selatan NKRI, di Desa Dodaek, Kecamatan Rote Selatan.

Pantauan rotendao.victorynews.id, sebelum berdialog dengan masyarakat dan perangkat desa yang hadir di kantor Desa Dodaek, Kecamatan Rote Selatan, Sabtu (14/01/2023), Mendes PDTT Gus Halim menandatangani prasasti, sekaligus bersama Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi mencetak tapak kaki di areal Titik Nol sebagai tanda pernah mendatangi kabupaten terselatan NKRI tersebut.

Saat acara dialog, Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu dalam sekapur sirihnya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada Gus Halim yang memilih Rote Ndao sebagai tempat penyelenggaraan puncak peringatan 9 Tahun Undang-Undang Desa.

Bupati Paulina juga menitipkan harapan untuk memperjuangkan pembangunan akses jalan dan penataan kawasan Titik Nol kepada Mendes PDTT.

 

 

“Gus Menteri sudah melihat sendiri jalan akses yang memprihatinkan ini, jadi ini merupakan bekal dari Rote untuk dibawa pulang ke Jakarta. Kami juga sudah titip proposal pembangunan monumen Titik Nol kepada Mendagri, jadi kami titip lagi untuk Gus Menteri sebagai jembatan memperjuangkan harapan kami ini,” imbuh Bupati Paulina.Mendes PDTT H. Abdul Halim Iskandar dalam arahanya mengatakan, patut disyukuri bahwa hari ini dirinya datang dengan formasi lengkap.

Menurutnya, formasi lengkap itu karena dia didampingi istri, Wamen juga didampingi istri, juga ada Sekjen, Dirjen PDP, Dirjen PEID, Dirjen PPDT, Kepala BPI, Kepala BPSDM, Dirjen PPK-Trans serta seluruh pejabat eselon II dan pasukannya.

“Saya bersyukur, hari ini saya datang dengan formasi lengkap dengan pengawasan melekat karena datang bersama istri dan seluruh pimpinan dan staf. Ini sejarah untuk Rote Ndao karena waktu datang dengan Batik Air dari Jakarta, separuh penumpang adalah dari Kemendes PDTT,” ujar Gus Halim disambut tepuk tangan hadirin.

 

Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu Mendes PDTT H Abdul Halim Iskandar Wamen Desa PDTT Budi Arie Setiadi Tinggalkan Tapak Kaki di Titik Nol Selatan Janji Kawal Usulan Pemkab Rote Ndao Pembuatan Monumen dan Pembangunan Jalan

Menjawab permintaan Bupati Paulina, Gus Halim katakan, dirinya memaklumi karena sudah merasakan sendiri jalan akses ke Titik Nol. Di dalam mobil dirinya sempat membahas dengan istrinya bahwa seharusnya akses jalan ke Titik Nol itu harus bagus karena daerahnya bagus dan ada monumen yang bagus yang semua orang harus tahu.

“Orang harus tahu, di mana sih yang namanya Rote itu. Sebab tiap hari kita ngomong, dari Sabang sampai Marauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Di mana titik nol kita itu penting,” kata Gus Halim.

Mendes PDTT H. Abdul Halim Iskandar bersama istri dan Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi bersama istri tampak bergembira sampai-sampai mengikuti gerakan penari yang menyambut mereka menuju Titik Nol.

Gus Halim pun bersyukur dalam sejarah hidupnya untuk pertama kalinya bisa menginjakan kaki di Pulau Rote bahkan di Titik Nol yang indah sekali pemandangannya, meskipun jalannya agak sedikit menyengsarakan,” guyonnya.

Ia bahkan mengatakan insyallah usulan Bupati Rote Ndao akan dikawal di Menteri PUPR karena itu penting. Daerah perbatasan apalagi ada Titik Nol, itu penting untuk ditata dan diberikan akses yang bagus, sehingga menjadi salah satu objek wisata edukasi untuk anak-anak kita ke depan.

“Nanti kita bisa tunjukan di sini loh Titik Nol Indonesia yang di ujung selatan. Nanti juga kita bisa kasi gambaran bagaimana ujung Utara yang ada di Miangas, ujung Barat yang ada di Sabang, dan ujung timur yang ada di Merauke,” imbuhnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.