Rote Ndao Dapat Bantuan DAK Rp 10,9 Miliar, Antropometri Kit, dan Lentera Air Garam

oleh -148 Dilihat
Menteria Desa menyerahkan Bantuan kepada Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu,SE

 

 

ROTE NDAO,METROTIMOR.id–Pada puncak acara Peringatan Sembilan Tahun Undang-Undang Desa yang dipusatkan di Pelataran Parkir Pelabuhan Ba’a, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Mendes PDTT H. Abdul Halim Iskandar menyerahkan bantuan bagi pemerintah dan masyarakat paling selatan NKRI itu.

Bantuan yang diberikan yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) Transportasi Perdesaan senilai Rp 10,9 Miliar, bantuan peralatan kesehatan Antropometri Kit untuk 12 Puskesmas, serta lampu (lentera) tenaga air garam untuk desa pesisir yang belum berlistrik.

Penyerahan bantuan dilaksanakan secara simbolis oleh Gus Halim, sapaan akrab Mendes PDTT kepada Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, di sela-sela acara Pesta Rakyat memperingati sembilan tahun Undang-Undang Desa, Sabtu (14/01/2022) malam demikian yang dikutip dari Victorynews.id

Dalam pidatonya, Gus Halim mengungkapkan bahwa lahirnya Undang-undang Desa merupakan hal yang sangat istimewa. Hal itu karena sebelum kemerdekaan Indonesia, sudah ada lebih kurang 250 entitas masyarakat budaya yang eksis dari asal usulnya.

 

Menurutnya, sebelum kemerdekaan Indonesia, Desa-desa telah memiliki otonomi dalam mengelola penduduknya, pranata lokal dan sumber daya ekonominya.

“Itulah mengapa desa menjadi ujung tombak penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Singkatnya, desa adalah fondasi Indonesia, desa adalah akar tunggang Indonesia, desa adalah jangkar Indonesia,” ungkap Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Demi merekognisi keistimewaan desa, tambah Gus Halim, dua lembaga negara pembuat regulasi atas dasar aspirasi seluruh warga desa bersepakat melahirkan Undang-Undang Desa.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa lahir mengiringi reformasi multidimediasi pada 1998, dikloning dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Sebagai Undang-Undang yang didamba seluruh desa di nusantara, Undang-Undang Desa dilahirkan DPR bersama pemerintah, dengan menggenggam berjuta harapan, asa, dan cita-cita bersama. Mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera, dan itulah amanat Undang-Undang Dasar 1945.

 

“Sejak awal kelahiran Undang-Undang Desa, mulailah ada paradigma baru pembangunan Indonesia. Paradigma membangun dari beranda Indonesia, membangun dari desa, membangun dari pinggiran, membangun dari perbatasan Indonesia,” ujar Gus Halim.

Bupati Paulina meluapkan kegembiraan dengan mengangkat tinggi papan bantuan simbolis yang diserahkan oleh Menteri Desa PDTT. Foto: Victory News – Frangky Johannis
Baca Juga: Gini Nih, Gaya Istri-istri Arab Saat Suaminya Tak Ditempat![AD]
Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Mendes dan Wamendes PDTT beserta seluruh pejabat tinggi yang hadir dalam acara Peringatan Sembilan Tahun Undang-Undang Desa di Rote Ndao.

“Kami pemerintah dan masyarakat Rote Ndao sangat berbangga dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Harapannya bantuan ini bukan yang terakhir tetapi ini awal perhatian kepada masyaraat Rote Ndao karena Rote Ndao selalu ada di hati Gus Menteri bersama jajaran,” imbuh Bupati Paulina.

 

Untuk diketahui, peringatan sembilan tahun Undang-undang Desa ini juga dihadiri oleh Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi, seluruh Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Kemendes PDTT, Kepala Dinas PMD Nusa Tenggara Timur Viktorius Manek yang mewakili Gubernur NTT, Wakil Ketua DPRD NTT Aloysius Malo Ladi, Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao, Ketua dan anggota DPRD Rote Ndao, jajaran Forkopimda, pimpinan Perangkat Daerah, serta ribuan masyarakat yang datang dari seluruh kecamatan.

Peringatan 9 Tahun UU Desa juga digelar Pameran produk UMKM dan hiburan artis asal NTT Marion Jola dan Dina Sorowea. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.