Keluarga Labina Desak Pemda Flotim Segera Bayar Lokasi Tanah Eks Kimpraswil Kalau Setuju Jadi Hak Milik

oleh -124 Dilihat

 

LARANTUKA,METROTIMOR.ID–Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) segera memenuhi kewajibannya untuk selesaikan pembayaran uang Eks Kantor Kimpraswil Flotim kepada pihak Keluarga Maksi Labina, jika masih mau memiliki tanah tersebut,silahkan selesaikan pembayaran.

demikian disampaikan langsung saat dirinya tiba di Larantuka Jum’at 6 Januari 2023.

Maksi Labina beberkan alasan mengapa sampai saat ini belum terealisasi pembayaran, Pasalnya, Penggugat (Aloysius Boki Labina Alm) Ayah Kandung Maksi Labina memenangkan putusan Pengadilan Negeri Larantuka tahun 2006.

Saat Simon Hayon menjadi Bupati, Simon Hayon memerintahkan Pemkab Flotim membayar uang tunggu per bulan sebesar Rp.2 juta. Tetapi sampai sekarang tidak pernah dipenuhi hingga sampai pada putusan PT Kupang.

Total nilai uang itu dihitung sampai saat ini hampir mencapai empat ratus juta tambahnya lagi.

Ditambah dengan keputusan Banding PT Kupang yang memerintahkan Tergugat (Pemda Flotim) harus membayar uang senilai Rp.4,5 Milliar juga tak pernah direalisasikan sampai dengan saat ini.

“Ini yang Kami Keluarga Labina tuntut sampai dengan sekarang.
Kami menang kok di Putusan Pengadilan Negeri Larantuka dan Pengadilan Tinggi Kupang,”

“Kenapa Pemda Flotim tidak memenuhi kewajibannya ketika waktu itu di Pengadilan.
Kemudian, hari ini datang klaim tanah Eks Kantor Kimpraswil Flotim menjadi tanah milik Pemda?, Ini yang paling aneh sikap Pemda Flotim,”tegas Pemilik Tanah Eks Kantor Kimpraswil Flotim, Maksi Labina sesaat setelah tiba di Lokasi tanah miliknya tersebut, Jumat, 6 Januari 2023.
Kalau memang ini Milik Pemda Kabupaten Flores Timur silahkan tunjukan bukti,”Tandasnya Kesal.

Maksi juga lebih jauh menjelaskan bahwa pihaknya memiliki bukti yang sangat lengkap terkait status tanah tersebut.
materi memori putusan Kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia, yang menyatakan Tanah milik Pemda Flotim, substansinya sangat berbeda dengan Gugatan yang dimenangkannya di Pengadilan Negeri Larantuka dan Banding Pengadilan Tinggi Kupang.

memori putusan Kasasi Mahkamah Agung RI, Nomor Registrasinya ada, tetapi isi putusannya berbeda yakni bukan Tanah Eks Kantor Kimpraswil Flotim, tetapi obyeknya adalah Tanah Batuata secara keseluruhan.

“Ini yang dipertanyakan Kami. Dan, sesuai dengan informasi yang langsung saya dapatkan dari Tim Anggota DPRD Flotim saat itu ke Mahkamah Agung Republik Indonesia, bahwa putusan MA Republik Indonesia tentang tanah eks Kantor Kimpraswil Flotim itu tidak pernah ada.
di situ ada di putusan hukum yang berbeda Terang Oknum Anggota DPRD waktu itu pada Maksi Labina,”Urainya lagi.

Sehingga klaim Pemda Flotim terkait tanah eks Kantor Kimpraswil Flotim itu, sebagai miliknya itu salah alamat,”pungkasnya.
Lanjut Maksi Labina sekali lagi say ingatkan Pemda Flotim stop melakukan pembohongan publik.

“Tetapi, kalau mau miliki tanah tersebut, maka segera penuhi kewajiban membayar semua keuangan yang dituntut selama ini. Tidak perlu mencari-cari alasan lagi,”Tegas Maksi Labina.

Maksi Labina juga pastikan ia tidak pernah akan bergeser dari tanah miliknya sampai urusan bayar oleh Pemda Flotim diselesaikan.

Ia juga dalam waktu dekat akan memasang Papan Nama Miliknya dan juga beraktivitas di lokasi tanahnya tersebut.

(*RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.