Gelar Mini Lokakarya Kecamatan Pantai Baru  Optimis Bebas Stunting Tahun 2023

oleh -155 Dilihat
Foto bersama dinas , P3AP2KB Kabupaten Rote Ndao melalui Bidang KB mengadakan kegiatan Mini Lokakarya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, dikecamatan Pantai baru, Sabtu (26/11/2022).

PANTAI BARU,METROTIMOR.ID–Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya apa itu stunting, bagaimana menyikapi dan seperti apa peran kita dalam penanganan serta pencegahan stunting, P3AP2KB Kabupaten Rote Ndao  melalui Bidang KB mengadakan kegiatan Mini Lokakarya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, dikecamatan Pantai baru, Sabtu (26/11/2022).

Acara yang dihadiri oleh Plt Camat Pantai baru,Tokoh Agama, PKK, Koordinator PKB dan TPK yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Pantai baru.

Lokamini tersebut dibuka Plt. Camat Pantai Baru Mat Y. Poy, M.Kes, berharap agar semua komponen terkait berperan aktif dalam pencegahan stunting baik ditingkat desa hingga kecamatan, apalagi sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Rote Ndao  Nomor 166/KEP/HK/2022, semua stakeholder yang ada masuk dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Rote Ndao Tahun 2022

dengan percepatan itu, diharapkan Tahun 2023 angka stunting turun karena pantai baru anak stunting sesuai dengan Hasil Operasi Timbang Periode Agustus 2022 sebanyak 253 anak stunting atau 20 persen dari total anak stunting di Kabupaten Rote Ndao sebanyak 3011 orang anak pada periode agustus 2022.

oleh karena itu, dengan publikasi  informasi ini akan terus menemukan jalan untuk sampai kepada seluruh warga dan bersinergi dengan program-program yang ada di seluruh wilayah ini.

“Mari bersama-sama mewujudkan Rote Ndao khususnya kecamatan Kecamatan Pantai baru  yang bebas stunting tahun 2023”, harap dia.

Foto bersama dinas , P3AP2KB Kabupaten Rote Ndao melalui Bidang KB usai mengadakan kegiatan Mini Lokakarya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, dikecamatan Pantai baru, Sabtu (26/11/2022).

Dengan pembahasan mengenai pencegahan stunting yang bisa dilakukan sejak dini dengan perbaikan pola konsumsi dan gaya hidup.

Poy menambahkan, dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting dimulai dari edukasi dan sosialisasi kepada Calon pengantin, bumil, ibu yang memiliki anak dibawah dua tahun (baduta) dengan pemantauan rutin dan berkala. Peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari tiga unsur (Bidan, PKK dan Kader KB) sangat penting terkait permasalahan stunting di wilayah.

“Dengan peran masing-masing bidan, PKK dan Kader KB memberikan sosialisasi, edukasi dan pendampingan kepada keluarga sasaran, TPK ini selain melaksanakan kegiatan setiap bulan kegiatan pendampingan kepada caten, bumil dan ibu nifas terpantau dan terlaporkan melalui aplikasi yang ada ”, ungkap ujarnya.

 

Narasumber Kepala Puskemas Corbafo, dr.Defma Haning, Tentang pencegahan Stunting dalam materinya mengatakan stunting dapat dicegah dengan asupan gizi yang memadai, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan

Stunting disebabkan karena seseorang tidak mendapatkan asupan bergizi dalam jumlah yang tepat pada jangka waktu yang lama (kronik) dan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar (PB/U atau TB/U).

Dampak, perkembangan kognitif dan motorik terganggu gangguan metabolik setelah dewasa  menderita penyakit tidak menular.

Dari kegiatan lokamini tersebut menghasilkan bahwa disamping sudah diprogramkannya Asuh dan Tim Pendamping Keluarga, terkait asupan makanan untuk ibuh Hamil sampai balita diharapkan dapat meningkatkan progres capaian gizi yang baik untuk menekan angka Stunting.

Hadir selaku narasumber, Plt. Camat Pantai Baru Mat Y. Poy, M.Kes. Selaku Ketua Pelaksana TPPS Kecamatan Pantai Baru, dengan materi Kebijakan Program Penurunan Stunting Dan Tim Percepatan Penurunan Stunting Di Kecamatan dan Narasumber Kepala Puskemas Corbafo, dr.Defma Haning, Tentang pencegahan Stunting serta Tokoh Agama Kristen dan Narasumber dari Tokoh Agama.

mewakili dinas  P3AP2KB Kabupaten Rote Ndao , Kepala Bidang PP, Imelda Detaq, S.Pi, dan hadir pula para Penyuluh KB, Yusup Baidengan,S.KM, Ika M Nassa,S.KM,Sofia M Manu,S.KM dan Silvia Imelda Junus,A.Md.

(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.