KSPKT  Polsek  Lobalain  Menjadi Pemateri  KDRT dan Penjualan Orang

oleh -68 Dilihat
KSPKT 2 Polsek Lobalain, Aipda Alfred Pello,SH mewakili Kapolsek Lobalain IPDA I Gede Putu Parwata, SH

 

 

LOBALAIN,METROTIMOR.ID–Kepala  Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (KSPKT) Kepolisian Sektor Lobalain, Polres Rote Ndao, Polda NTT,  Rabu (23/11/ 2022) pukul 10.00 wita bertempat di Aula Dinas Sosial Kabupaten Rote Ndao, kompleks perkantoran Bumi Ti’i Langga Permai Desa Persiapan Loman Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao telah berlangsung kegiatan Bimbingan dan Rehabilitasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Masalah Sosial (PMKS) lainnya bukan korban HIV/AIDS dan Nassa di Luar Pantai Sosial Program Rehabilitasi Sosial di Kabupaten Rote Ndao yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Rote Ndao dengan menghadirkan narasumber dari unsur Polri dan Tokoh Agama.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rote Ndao,Ferdinand Haning,S.Sos sekaligus memberikan materi tentang Program Rehabilitasi Sosial di Kabupaten Rote Ndao.

Hadir sebagai pemateri dari unsur Polri dari Polsek Lobalain yakni KSPKT 2 Aipda Alfred Pello,SH didampingi oleh Kanit Binmas, Aipda Wayan Partama, ST dengan materi tentang UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan tindak pidana  perdagangan orang.

Dalam kesempatan Itu KSPKT 2 Polsek Lobalain, Aipda Alfred Pello,SH mewakili Kapolsek Lobalain IPDA I Gede Putu Parwata, SH  mengatakan   Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh oknum terhadap seseorang yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan atau dapat saja berupa penelantaran termasuk ancaman bahkan perbuatan pemaksaan, atau perampasan hak seseorang.

Lahirnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (UU PKDRT) diharapkan mampumemberikan efek jera bagi oknum pelaku KDRT, namun kenyataannya masih ada saja kasus yang kita dengar belum diselesaikan sesuai makanisme peraturan perundang-undangan dan hanya diselesaikan melalui mediasi/damai.

Kewaspadaan sejak dini harus kita tingkatkan sebab saat ini kejahatan kekerasan terjadi karena ada faktor kesempatan yang dapat dilakukan oleh siapa saja bahkan tidak menutup kemungkinan dari orang terdekat/anggota keluarga.

 

Dan hadir juga narasumber dari Tokoh Agama Kristen,Pdt.Grestyna J.R Mooy,S.Th yang menyampaikan materi tentang ” Iman dan Takwa sebagai penangkal tindak kekerasan,serta realitas Perempuan dalam pandangan Kristen “.

 

Sebagai peserta pada kegiatan tersebut adalah masyarakat Desa Persiapan Loman dan pegiat sosial.Dan yang bertindak sebagai moderator adalah Bapak Syaful W. Kusuma,A.Ks.

(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.