Kapolres Rote Ndao  Menjadi Pemateri Perlindungan Hukum Profesi Guru dan Dosen  

oleh -47 Dilihat
Kapolres Rote Ndao AKBP I Nyoman Putra Sandita,SH,S.IK,MH Menjadi Pemateri Seminar  Perlindungan Hukum Profesi Guru dan Dosen. Rabu (23/11/2022)

 

ROTE NDAO,METROTIMOR.ID— Kapolres Rote Ndao AKBP I Nyoman Putra Sandita,SH,S.IK,MH Menjadi Pemateri Seminar  Perlindungan Hukum Profesi Guru dan Dosen.

kegiatan itu merupakan salah satu kegiatan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke-77 Tahun 2022, HUT SLB ke-17 dan HGN 2022. puncaknya tepat akan dilaksanakan  Jumat  25 November 2022 dengan upacara bersama di Halaman kantor Bupati Rote Ndao.

kegiatan hari ini, Rabu (23/11/2022)  digelar kegiatan seminar di bertemakan Perlindungan Hukum Bagi Guru dan Dosen  di Auditorium Bumi Tii Langa Permai, salah satu pemateri adalah Kapolres Rote Ndao.

 

Seminar ini diikuti sedikitnya 500 anggota PGRI yang terdiri dari kepala sekolah serta guru pengajar se Kabupaten Rote Ndao, Tingkat TK Hingga Tingkat SMA/SMK dengan thema “Perlindungan Hukum Profesi Guru dan Dosen” salah satu pemateri yakni  Kapolres Rote Ndao AKBP I Nyoman Putra Sandita, SH,S.IK,MH

Dalam Pemaparannya   mengatakan  Hukum tertinggi di Negara Republik Indonesia adalah UUD 1945 yang kemudian ada tingkatan Perundang-udangan sampai kepada Peraturan Daerah.

Oleh karena itu,  Setiap warga negara Republik Indonesia memiliki hak dan kesamaan di hadapan hukum  oleh karena itu, setiap warga negara memiliki profesi yang berbeda dan diatur oleh Negara melalui regulasi.

Menurutnya, Profesi Guru adalah profesi mulia dan merupakan pilar utama penentu  melahirkan SDM generasi bangsa.

Bahkan pentingnya peranan guru adanya  MOU antara Polri dengan PGRI sebagai wujud perlindungan hukum terhadap Profesi Guru yang mana isi MoU tersebut sejalan dengan program Polri saat ini yakni Rertoratif Justice maka Polres Rote memberikan ruang kepada Bapak/Ibu Guru yang berhadapan dengan hukum karena permasalahan dengan peserta didik untuk adanya Restoratif Justice.

Para Guru serius mengikuti Seminar

Ia berharap Guru dan tenaga pendidik agar tidak melakukan kekerasan fisik maupun ferbal terhadap peserta didik tapi lebih mengedepankan pendekatan emosional dan kultur serta penerapan aturan dan tata tertib sekolah.

Dalam kesempatan itu pula, digelar  sesi tanya jawab dan diskusi dalam kesempatan itu, salah seorang  guru  Kornelis Talan, PGRI cabang  Rote Tengah, Program perkunjungan masuk sekolah harapannya menyentuh semua sekolah di kabupaten Rote Ndao, selain itu sesuai dengan pegamatannya,  KDRT lebih banyak korbannya perempuan kekerasan seksual terhadap anak.

menangapi pertanyaan tersebut, Kapolres  mengatakan  Program Polisi masuk sekolah merupakan program dalam rangka memberikan support kepada murid-murid tapi saat ini terhambat karena situasi Covid-19 sehingga fokus Polri membantu pemerintah dalam upaya penanganannya.

dikatakanya, pada  Tahun 2023 akan dimaksimalkan program Police Goes to school,dimana Kekerasan seksual yang melaporkan adalah korban saksi yang mengetahui.

Perntanyaan yang sama dari  Tarsisius Sani Anggota PGRI cabang Pantai Baru menurutnya Yang paling rill perlindungan hukum terhadap guru  disaat menjalankan profesi pendidik terutama memberikan kedisiplinan terhadap peserta didik.

Menurut kapolres,Semua warga negara memiliki hak dan dilindungi oleh undang-undang, UU memberikan perlindungan yang secara teknis diatur dalam MoU antara Polri dengan PGRI.

Perlindungan hukum terhadap Profesi guru melalui tahapan dan SOP kemudian komunikasi dengan orang tua dan jika sudah tidak dapat dibina maka dikomunikasikan dengan pihak Kepolisian.

Sesi Tanya jawab  Kapolres Rote Ndao berjalan  lancar dan didampingi oleh Kasat Binmas Polres Rote Ndao, Iptu  Bambang Hartoyo.

(***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.