LP2M Undana Kupang Gelar PKM Di Desa Pili-TTS

oleh -118 Dilihat

 

 

SO’E,METROTIMOR.ID—Guna meningkatkan sikap solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat khususnya yang membutuhkan bantuan pemahaman aturan hukum dan solusi penyelesaian beragam dalam masyarakat,  Lembaga Penelitian dan Masyarakat (LP2M) Universitas Nusa Cendana Kupang menggelar kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) di desa Pili, Kecamatan Kie,  Kamis, (4/8/2022) di  aula kantor desa Pili.

 

Dr. Detji Nuban, SH., M.Hum., dosen Fakultas Hukum Undana dalam Press Release beritanya kepada media ini, jumad, (18/11/2022), menandaskan bahwa

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) Undana Kupang-NTT dengan Desa Pili, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan tersebut mengusung tema: Upaya Meminimalisir Kasus Perdagangan Orang Melalui Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat di Desa Pili ini digelar pada Kamis,  (4/11/ 2022) pukul 10.00 14.00 wita bertempat di Aula Desa Pili yang dihadiri oleh 40 orang perwakilan dari unsur masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat dan perangkat desa, jelasnya.

 

Selain itu, dijelaskan Dr. Detji bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak terlepas dari peran civitas akademika dalam bentuk kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Dengan program pemberdayaan masyarakat inilah insan kampus dapat meningkatkan sikap solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat khususnya yang membutuhkan bantuan pemahaman aturan hukum dan solusi penyelesaian beragam masalah di masyarakat.

 

Maraknya masalah perdagangan orang yang terjadi di Indonesia, berimbas pula pada Kabupaten/Kota yang ada. Nusa Tenggara Timur termasuk dalam salah satu wilayah yang turut menyumbangkan kasus perdagangan orang, hampir di seluruh kabupaten/kota dalam wilayah Nusa Tenggara Timur, sebagian masyarakatnya terjerat dan masuk dalam kategori perdagangan orang, bahkan setiap tahunnya, NTT selalu dikirimi mayat korban perdagangan orang, hal ini sangat menggugah rasa kemanusiaan. Wilayah kabupaten Kupang dan masyarakatnya, diklaim banyak menerima bingkisan mayat dan penyakit dari hasil rantauan tersebut, tidak hanya mayat namun yang pulang dengan membawa penyakit, dan beberapa diantaranya berasal dari Desa Pili.

Melihat realitas kondisi kasus perdagangan orang yang sering terjadi ini maka Perguruan Tinggi melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nusa Cendana telah melakukan kerjasama dengan pihak Desa Pili untuk memberikan penyuluhan hukum atau sosialisasi mengenai aturan, bahaya dan dampak dari perdagangan orang, serta trik atau strategi agar tidak terjerat dalam lingkaran perdagangan orang, jelasnya.

 

Dr. Detji, menambahkan ,Kegiatan Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini merupakan kontribusi Perguruan Tinggi dalam membantu masyarakat menyelesaikan persoalannya yang semakin bertambah. Fungsi tri dharma perguruan tinggi yang dalam pengabdiannya kepada masyarakat yakni dengan memberikan pencerahan atau pemahaman hukum dan juga bantuan belajar hukum secara cuma-cuma sebagai akses terhadap keadilan (access to justice) dan kesamaan dihadapan hukum (equality before the law) bagi orang dan/atau masyarakat miskin (justice for the poor).

Berdasarkan pantauan, Respon masyarakat terhadap kegiatan ini sangat bagus, Nampak dari diskusi yang berkembang dan berbagai pertanyaan yang dilontarkan sebagai pemantik diskusi. Terdapat 3 orang Pemateri dari 2 disiplin ilmu yakni ibu Dr. Detji K.E.R. Nuban, SH., M.Hum dan Bapak Debby N.G. Fallo, SH., M.Hum dari disiplin Ilmu Hukum dan Bapak Alexander Pengamat TPPO.

Kepala Desa Pili, Bapak Mikhael Tenis, menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan kerjasama ini karena masyarakatnya mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan, bahkan mereka berinisiatif sendiri untuk membentuk Satgas Penanganan Perdagangan Orang di Desa Pili untuk menjaga wilayahnya dari indikasi perdagangan orang.

Kegiatan ini juga menghasilkan suatu Surat Pernyataan Komitmen Bersama antara masyarakat, aparat desa, tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk meminimalisir terjadinya kasus perdagangan orang di Desa Pili, dan dari surat pernyataan komitmen tersebut telah melahirkan konsep satuan tugas penanganan perdagangan orang yang strukturnya akan digodok masyarakat agar dapat bekerja dengan baik.

Salim Tabun, salah seorang tokoh adat yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengatakan bahwa Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Pili dan sekitarnya karena dapat mengetahui banyak hal terkait Hukum dan prosesnya, pungkasnya.

Komitmen Bersama antara masyarakat, aparat desa, tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk meminimalisir terjadinya kasus perdagangan orang di Desa Pili, dan dari surat pernyataan komitmen tersebut telah melahirkan konsep satuan tugas penanganan perdagangan orang yang strukturnya akan digodok masyarakat agar dapat bekerja dengan baik.

(Albert Baunsele).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.