Dinas P3AP2KB Rote Ndao, Gelar Rakor Libatkan Stakholder Bahas Masalah Anak

oleh -147 Dilihat
Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus saek,SE,M.Si Buka kegiatan Rakor, Jumat (18/11/2022)

BA,A,METROTIMOR –Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( P3AP2KB ) kabupaten Rote Ndao menggelar rapat koordinasi perlindungan kekerasan terhadap anak tingkat kabupaten Rote Ndao di Aula Videsi, jumat, (18/11/2022).

Melalui Rapat Kordinasi (RAKOR) yang dilaksanakan oleh Dinas P3AP2KB membuat beberapa perencanaan strategis sebagai upaya penanggulangan kekerasan terhadap anak di kabupaten Rote Ndao.Diantara program-program strategis terkait peningkatan upaya perlindungan anak antara lain: membangun koordinasi lintas sektor diantara instansi vertikal dan satuan kerja pemerintah terkait serta lembaga-lembaga pemberi layanan baik pemerintah maupun dinisiasi masyarakat/komunitas.Tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan secara terpadu bagi anak korban kekerasan dalam rangka pemenuhan hak korban atas kebenaran,keadilan,pemenuhan dan perlindungan.

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus Saek, SE.M.Si, juga hadir pada kesempatan itu guna membuka kegiatan tersebut mengatakan Anak adalah tunas, potensi dan generasi penerus cita-cita bangsa.serta anak memiliki peran strategis dalam menjamin eksistensi bangsa dan negara di masa mendatang agar supaya mereka mampu memikul tanggung jawab.

” Mereka perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.baik fisik,mental,sosial,spiritual.mereka juga perlu mendapatkan hak-haknya,perlu dilindungi dan disejahterkan karenanya, segala bentuk tindakan kekerasan pada anak perlu dicegah dan diatasi ” tegas Wakil Bupati.

Ia juga menambahkan maraknya kasus kekerasan terhadap anak meresahkan berbagai pihak diantaranya kejahatan seksual terhadap anak, pengabaian pemenuhan hak dasar anak akibat perceraian dan konflik orang tua.

” Kasus kekerasan terhadap anak merupakan salah satu isu yang kompleks dan multisektoral, Sehingga pencegahan dan penanganannya pun harus melibatkan seluruh sektor pembangunan melalui panduan yang jelas ” kata Stef.

Dari hasil data yang didapat dari Dinas P3AP2KB kab Rote Ndao oleh media ini dimana kasus kekerasan terhadap anak terus meningkat setiap Tahun.

Tahun 2017 sebanyak 25 kasus, Tahun 2018 sebanyak 15 kasus, Tahun 2019 sebanyak 27 kasus, Tahun 2020 sebanyak 48 kasus, Tahun 2021 sebanyak 42 kasus, dan sampai pada Bulan Oktober 2022 terdapat 34 kasus.

Peserta Rapat Pose bersama Wakil Bupati dan Kepala Dinas P3AP2KB Regina A.V. Kedoh,S.STP, M.Si dan sejumlah Kapolsek diwilayah Kabupaten Rote Ndao, Jumat (18/11/2022) Foto :  Yandrief Tuy, Metrotimor.id

Untuk diketahui jenis kasus kekerasan tehadap anak yang tertinggi yakni kasus kekerasan Seksual.

Penyebab utama terjadinya kasus kekerasan terhadap anak diantaranya Faktor Ekonomi, pengaruh penggunaan media sosial, dampak pernikahan usia dini, kepribadian dan kondisi psikologis yang tidak stabil,pengaruh lingkungan.

Pada kesempatan itu juga kepala Di nas P3AP2KB Regina A.V. Kedoh,S.STP, M.Si ketika menyampaikan materinya menyatakan perlindungan anak menurut nya adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar bisa hidup merdeka,tumbuh kembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan,serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.ungkapnya.

Kadis berharap agar semua peserta dapat berperan aktif untuk bagaimana menunjukan aksinya guna memberikan perlindungan seutuhnya kepada anak.

Peserta Rakor Anak yang dilaksanakan dinas P3AP2KB, Jumat (18/11/2022) Foto Yanreif Tuy: Metrotimor.id

Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yakni Menyamakan persepsi dan pemahaman terkait isu dan strategi dalam upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak di kabupaten Rote Ndao, terwujudnya keterpaduan dan keselarasan program antar lintas sektor dalam upaya melindungi dan terpenuhinya hak-hak anak di kabupaten Rote Ndao, serta adanya kesepakatan bersama dan rencana upaya tindak lanjut untuk upaya mewujudkan perlindungan dan pemenuhan hak anak di kabupaten Rote Ndao.

Turut dihadiri oleh Wakil Bupati Rote Ndao,para Kapolsek se kabupaten Rote Ndao, perwakilan Kejaksaan Tinggi Negeri kabupaten Rote Ndao, perwakilan Pengadilan Tinggi kabupaten Rote Ndao beberapa Camat se Kabupaten Rote Ndao,dan beberapa kepada OPD lingkup Pemkab Rote Ndao.

(*khenjo)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.