P3AP2KB Rote Ndao, di Kecamatan landu leko Dukung Upaya Kesehatan Cegah Stunting Sejak Hamil

oleh -150 Dilihat

 

Pelaksana Tuga Camat Landu leko, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT, Daniel Bolla,SH membuka kegiatan Loka Karya Mini Percepatan Penurunan Stunting di wilayah Landu Leko yang diselenggarakan oleh dinas P3AP2KB kabupaten Rote Ndao di aula kantor Camat, Jum’at, (25/11/2022).

Topik yang dibahas pada kegiatan ini adalah tentang STUNTING, dimana diharapkan dukungan dan peran serta lintas sektor dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting di Kecamatan Landu Leko
Terlaksananya kegiatan rapat lokmin ini, dapat menguatkan kerjasama lintas sektor untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan lebih baik.

Berdasarkan WHO, stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.

Jumlah penderita stunting di Indonesia menurut hasil Riskesdas 2018 terus menurun, termasuk Kabupaten Rote Ndao, tetapi sesuai dengan target Pemkab Rote Ndao tahun 2023 bebasa dari Stunting, oleh karena itu perlu langkah pencegahan yang maksimal.
Untuk mendukung kinerja tim percepatan penurunan Stunting maka perlu dilakukan kerjasama dan kolaborasi lintas sektor. Sebab menyiapkan generasi terbaik merupakan tanggung jawab bersama.
Demikian diungkapkan Sekertaris Dinas Pengendalian Penduduk KB, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Rote Ndao, Salah satu gangguan kesehatan yang berdampak pada bayi yaitu stunting atau tubuh pendek akibat kurang gizi kronik. Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada saat 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Salah satu cara mencegah stunting adalah pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan kepada calon ibu dan ibu hamil.

Jadi lokakarya Mini di Kecamatan Landu leko, guna memberikan pendidikan kesehatan kepada calon ibu, ibu hamil, ibu menyusui, balita agar pemenuhan gizi kata Anderias pada acara Lokakarya mini tingkat kecamatan landu leko diaula kantor Camat, Jumat (25/11/2022)
Setelah penandatanganan komitmen ini, Pelaksana Tugas Camat, Landu leko, Daniel Bolla,SH meminta semua yang terlibat sudah harus bergerak untuk implementasi di lapangan secara terpadu, dan memperkuat koordinasi sehingga program ini bisa lebih efektif.
Kepala UPTD Puskesmas Sotimori, Wilhelmus Frids Leonard Henuk memberikan apresiasi kepada semua pemangku kepentingan diwilayah itu, pasalanya dalam pengukuran timbang tahun 2022 angka anak stunting di Kecamatan Landu Leko sebanyak 179, pada periode kedua Agustus 2022 angka stunting di landu Leku menurun menjadi 173 anak atau 26 persen.

Tujuan digelar lokamini tingkat kecamatan dengan semua stakeholder ada komitmen dan rekomendasi agar berperan aktif menekan angka stunting serenda mungkin pada tahun 2023 sesuai dengan target pemkab Rote Ndao.

Kiat untuk menekan stunting salah satunya pada setibu hari kelahiran Mencegah stunting atau gagal tumbuh harus dilakukan sejak 1000 hari pertama kehidupan anak.
Itu artinya, Stunting dapat terjadi sejak kehamilan jika terjadi hambatan pertumbuhan pada janin dalam kandungan, dan terus terpantau hingga usia dua tahun.
Intinya, Pastikan asupan makanan ibu hamil tercukupi agar janin berkembang dengan baik. Apabila asupan makanan ibu cukup dan tidak ada penyulit lain stakeholder terus melakukan pemantauan.

Hadir dalam lokamini hadir Perwakil Kapolsek Rote Timur, PKM 1 dan 2 Landu lekoTokoh Agama,PLKB kecamatan Landu leko serta perwakilan dan sejumlah kepada desa di Kecamatan Landu Leko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.