Launching Dua Desa di Rote Ndao Sebagai DRPPA dihadiri Menteri Bintang Puspayoga

oleh -177 Dilihat

Laounching Dua Desa di Rote Ndao Sebagai DRPPA dihadiri Menteri Bintang Puspayoga

ROTE NDAO,METROTIMOR.ID–Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Bintang Puspayoga) menghadiri acara Launching Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Kabupaten Rote Ndao, Selasa (05/07/2022).

Untuk diketahui, 2 desa yang terpilih menjadi model DRPPA di kabupaten yang menjadi pagar selatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu adalah Desa Daudolu, Kecamatan Rote Barat Laut dan Desa Pukuafu, Kecamatan Landu Leko.

Acara launching dilaksanakan di auditorium Ti’ilangga Permai, Kompleks Perkantoran Bupati Rote Ndao, ditandai penandatanganan Kesepakatan Bersama sejumlah stakeholders.

Para pihak yang menandatangani Kesepakatan Bersama, adalah Pj Kepala Desa Daudolu Yefetri D Ndolou, Kepala Desa Pukuafu Ermi Daik, Camat Rote Barat Laut Melkisedek E Solle, Plt Camat Landu Leko Daniel PJ Bolla, Ketua GOW Kabupaten Rote Ndao  Adelheid da Silva, Kepala Dinas P2AP2KB Kabupaten Rote Ndao Regina Asnat Kedoh, Kepala BNNK Rote Ndao R Bogie Perwira Nusa, Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M Saek, Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, dan turut menyaksikan Menteri PPA Bintang Puspayoga, Ketua DPRD NTT Emeliana J Nomleni, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA Nahar, Kepala Dinas PPPA NTT, Sekda Rote Ndao Jonas M Selly, dan Ketua Komisi B DPRD Rote Ndao Denison Moy.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu dalam sekapur sirihnya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas kepedulian Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian PPPA yang menetapkan Rote Ndao sebagai model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih karena Ibu Menteri PPPA Bintang Puspayoga  sendiri yang langsung menghadiri launching DRPPA di Rote,” katanya.

Menurut Bupati Paulina, mendapat perhatian dari Kementerian PPPA tersebut, maka tugas Pemkab Rote Ndao adalah bagaimana berupaya mengintegrasikan prespektif gender dan pemenuhan hak-hak anak ke dalam tatakelola penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pembinaan dan pemberdayaan kaum perempuan dan anak, serta penyandang disabilitas, dan kaum rentan lainnya.

Bupati Paulina memberikan penekanan kepada Kepala Desa Daudolu dan Puku Afu, juga Camat Rote Barat Laut dan Landu Leko untuk mengintegrasikan program-program perspektif gender dan ramah anak dalam kegiatan dan program masing-masing, secara berkelanjutan.

Bupati Paulina juga berharap dengan dukungan dan bimbingan Kementerian PPPA dan seluruh unsur terkait untuk dapat mensukseskan DRPPA di 2 desa tersebut, sehingga nantinya bisa direplikasi di seluruh desa/kalurahan di Rote Ndao.

“Kami berharap dengan pembentukan DRPPA di Sesa Daudolu dan Puku Afu, dapat menjadi pemicu bagi desa yang lainnya dalam rangka pemenuhan hak-hak dan perlindungan terhadap perempuan dan anak, penyandang disabilitas, serta kaum rentan lainnya,” tutup Bupati Paulina.

Terencana, Menyeluruh dan Berkelanjutan

Menteri PPPA Bintang Puspayoga  dalam sambutanya mengatakan, tadi Ibu Bupati sudah menggambarkan bahwa akan berupaya mengintegrasikan prespektif gender dan pemenuhan hak-hak anak ke dalam tatakelola penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pembinaan dan pemberdayaan kaum perempuan dan anak

Yang paling penting, kata Bintang Puspayoga, adalah bagaimana setelah acara launching ini. Diharapkan tidak hanya sebatas seremonial lalu berhenti di situ. Tetapi jauh lebih penting adalah implementasi untuk mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak.

“Perlu tatakelola penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pembinaan dan pemberdayaan kaum perempuan dan anak, dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan, melibatkan seluruh stakeholders yang ada, baik itu dunia usaha, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, akan menjadi penting untuk mempercepat DRPPA,” katanya.

Menurut Bintang Puspayoga, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, mulai dari launching, fasilitator daerah, pelatihan Sahabat Perempuan dan Anak (Sapa), dan rembuk desa, dan lainnya.

Lanjut Bintang Puspayoga, Kementerian PPPA akan melihat petanya dari awal kita turun intervensi, kemudian perubahan setelah kita dampingi, sejauh mana perkembangan dari pada pemberdayaan dan perlindungan terhadap perempuan, pemenuhan hak anak dan perlindungan terhadap anak di desa model ini. Juga sejauh mana partisipasi kaum perempuan yang ada di desa.

Sebelumnya, Kepala Dinas P2AP2KB Kabupaten Rote Ndao Regina Asnat Kedoh dalam laporannya mengatakan, berdasarkan Ketuputusan Menteri PPPA Nomor 70 Tahun 2021 tentang Penetapan Kabupaten/Kota wilayah model DRPPA, maka Kabupaten Rote Ndao  terpilih sebagai wilayah model DRPPA di Provinsi NTT.

Sasaran dan tujuan diselenggarakan DRPPA, kata dia, adalah untuk kebutuhan seluruh masyarakat desa, terutama anak dan perempuan yang ada di desa, termasuk kelompok rentan, lansia, disabilitas, penyintas kekerasan, dan perdagangan orang, penyintas bencana, perempuan kepala keluarga, dan lain-lain dalam rangka memberikan perlindungan dan pemenuhan hak mereka.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.