Kabupaten Rote Ndao Segera memiliki 22 Desa Baru.

oleh -84 Dilihat

ROTE NDAO,METROTIMOR.ID–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao,Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar pertemuan persiapan peresmian 22 desa pemekaran yang telah mengantongi kode registrasi dengan menghadirkan para maneleo (tetua adat),panitia persiapan pemekaran desa masing-masing, para kepala desa dan para camat, Kamis (12/1/2022).

Pertemuan yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) itu,dihadiri Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu, Wakil Bupati Stafanus M. Saek.

Paulina mengapresiasi panitia yang telah mempersiapkan administrasi untuk proses pemekaran 22 desa persiapan. Sementara enam desa persiapan lain belum mendapatkan nomor registrasi untuk pemekaran.

Bersabar. Saya dan Pak Wakil Bupati akan perjuangkan semua ke tingkat atas asalkan administrasinya lengkap,” katanya.

Pemkab Rote juga akan mengangkat 22 ASN untuk menjabat sebagai penjabat kepala desa (Pj Kades).

Masyarakat bisa mengunsulkan ASN dari warga setempat untuk Pj Kades.

Untuk melaksanakan kegiatan pemerintahan dan pelayanan publik pada desa persiapan, kata Bupati Paulina, pihak desa/kelurahan induk wajib mensuport dana operasional sebesar Rp 50 juta setiap tahun anggaran.

Kepala DPMD Kabupaten Rote Ndao,Yames MK Therik menambahkan, empat tahapan yang telah dilakukan oleh panitia, yakni persiapan administrasi di tingkat desa, kecamatan, dan berproses di kabupaten, serta sampai pada memperoleh persetujuan dari Gubernur NTT Nomor BU.410/20/DPMD 5.1/2021 tentang Kode Register untuk 22 Desa Persiapan.

Menurutnya, pertemuan yang dilaksanakan saat ini adalah bertujuan mempersiapkan langkah-langkah strategis dengan difasilitasi Pemerintah Provinsi NTT untuk mendapatkan legalitas di tingkat pusat.

Semangat Masyarakat dan Dukungan Maneleo

Ketua TBUPP Rote Ndao, Drs Leonard Haning,MM mengatakan, proses pemekaran hingga tahapan keluar kode register ini artinya perintah bupati ditindaklanjuti oleh perangkat pemerintah di bawah.

Menurutnya, pemerintah harus melayani masyarakat dengan segenap hati dan dengan setulus hati, tidak ada neko-neko. Tahapan-tahapan yang sudah selesai dilaksanakan secara baik dan akan masuk pada tahap peresmian nantinya.

Pengalaman secara pribadi dirinya memimpin 10 tahun, Rote Ndao untuk tahap pertama telah melahirkan sembilan desa pemekaran, tahap kedua 30 desa pemekaran, dan dilanjutkan dengan dua kecamatan baru, yakni Landu Leko dan Ndao Nuse.

Di penghujung masa jabatan periode kedua, kata Leonard Haning, diusulkan pemekaran tiga kecamatan, yakni Lobalain, Barat Daya, dan Barat Laut. Ternyata ternyata dua tidak memenuhi syarat sehingga yang mekar hanya Kecamatan Loaholu yang merupakan pemekaran Kecamatan Rote Barat Laut.

Sejak Rote Ndao jadi daerah otonomi, sudah ada penambahan 61 desa daru dan penambahan tiga kecamatan baru. Ini bukan karena bupati tapi karena semangat masyarakat dan dukungan para Maneleo dalam bingkai Ita Esa,” katanya.

Menurutnya, tugas dari kepala desa pemekaran adalah mempersiapkan tiga hal, yakni pertama peta desa pemekaran,kedua aparat desa, ketiga memproses menuju desa definitif sekaligus pemilihan kepala desa defenitif sehingga jika tidak ada halangan tahun depan sudah bisa jadi desa defenitif.

 

(ADV***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.