Batalkan Pemenang Tender, UKPBJ Akui Pokja Salah Evaluasi

oleh -16 views
, Metro Timor
Ahmad Karno - Kepala Seksi Pengadaan Barang Dan Jasa Pada Bagian UKPBJ Sikka

MAUMERE-METROTIMOR.ID – Pokja III selaku panitia lelang menganulir keputusannya yang telah memenangkan CV. Putera Pratama dan kemudian memenangkan CV. Sparta Engineering asal Papua sebagai pemenang dengan penawarah harga terendah.
Padahal CV. Putera Pratama yang merupakan rangking 6 adalah satu-satunya rekanan yang diundang untuk pembuktian oleh Pokja III. Sementara Tujuh rekanan lain yang masuk 8 besar termasuk Sparta Engineering tidak diundang.
Kasubag Pengelolaan Barang dan Jasa Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ), Ahmad Karno ketika dikonfirmasi media terkait persoalan tersebut, Rabu (17/11/2011) mengatakan bahwa segala proses yang dilakukan Pokja adalah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Perturan Lembaga (Perlem) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Melal0ui Penyedia.
Karno menjelaskan, penetapan CV. Putera Pratama sebagai pemenang tender pada saat evaluasi pertama pada tanggal 05 November 2021 lantaran CV. Putera Pratama lulus secara administrasi teknis.
“Teman-teman Pokja sudah melihat bahwa CV. Putera Pratama ini sudah lulus secara administrasi teknis dan menggugurkan penawaran yang ditawarkan oleh rekanan lain termasuk CV. Sparta Engineering yang dari Papua itu,” jelas Karno.
Dalam penjelasannya, Karno mengatakan bahwa alasan Pokja III menggugurkan Sparta Engineering pada lelang awal itu dikarenakan CV. Sparta Engineering tidak memenuhi peralatan yang diminta oleh PPK dalam dokumen yakni alat las HDPE dan GIP + Generator Set Kapasitas 1100 AMP + 9 KVA.
Dikatakan Karno bahwa, dalam materi sanggahan CV. Sparta Engineering beralasan bahwa alat las yang dimasukan itu substansinya sama dengan yang diminta dalam dokumen.

Baca Juga:  Peserta latihan Meubeler Diharapkan Manfaatkan Ilmu Untuk Berwira Usaha

, Metro Timor
“Kemarin sesuai sanggahannya itu, ia tidak memenuhi peralatan yang diminta oleh PPK. Saya lihat di sanggahannya dulu, saya bukan Pokjanya. Saya hanya staf dibawahnya pa Kabag. Jadi di dokumen pemilihan itu, syarat peralatan yang diminta oleh PPK dalam dokumen itu adalah alat Las HDPE/GIP dan Generator set kapasitas 1100 AMP 9 KVA. Sebelumnya teman-teman Pokja menggugurkan di alat ini,” jelasnya.
Kemudian lanjut Karno, Pokja III lalu melakukan klarifikasi dengan PPK soal sanggahan CV. Sparta Engineering dan PPK menyatakan bahwa alat yang tersebut sama.
“Alat CV. Sparta Engineering ini dia punya jenis berbeda tetapi substansinya tetap sama. Kwitansi ada tertera mesin las listrik. Ini substansinya sama dengan yang diminta. Berdasarkan klarifikasi dengan PPK, kwitansi yang dinyatakan oleh CV. Sparta itu sama dengan apa yang diminta oleh PPK. Jadi itu yang teman-teman Pokja informasikan kepada kami bahwa ada kwitansi, yang mungkin pada awal pokja melakukan evaluasi ini, mereka mengatakan ini bukan alat yang dimaksud,” tambahnya.
Terhadap proses ini, Karno mengatakan bahwa ada kesalahan yang dilakukan oleh Pokja pada proses evaluasi teknis, sehingga dilakukan evakuasi ulang merujuk pada Dokumen Pemilihan Bab III IKP Pasal 35.
“Jadi ada kesalahan yang dilalukan oleh Pokja dalam evaluasi menentukan alat tadi. Setelah teman-teman Pokja melakukan Klarifikasi kepada PPK maka Pokja melakukan evaluasi ulang melalui dokumen pemilihan,” ucapnya.

Baca Juga:  ODP dan OAR yang Dikarantina di Rusun Ne’e Bertambah jadi 17 Orang

*(Frans Dhena)*