RDP Dengan DPRD, Sabinus Nabu Beberkan Aset Milik Pemda

oleh -324 views
, Metro Timor

MAUMERE-METROTIMOR.ID – Hingga saat ini status kepemilikan Universitas Nusa Nipa (UNIPA) M.Sih menjadi pertanyaan publik. Hal ini dapat diketahui ketika beberapa Fraksi mempertanyakan status kepemilikan Unipa tersebut saat menyampaikan pendapat akhir beberapa waktu lalu.

Untuk menindak lanjuti hal tersebut maka DPRD Sikka menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Unipa, Senin (11/10/2021).

Hadir dalam RDP tersebut, Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa, Sabinus Nabu, Rektor Unipa, Dr.Ir. Angelinus Vincentius, M.Si, Wakil Rektor, Gery Gobang, Asisten 3 Setda Sikka, Robertus Ray, Sekretaris DPKAD Sikka, Putu Botha, perwakilan Pengurus Yayasan dan Dosen.

Asisten 3 Setda Sikka, Robert Ray menjelaskan bahwa sejauh yang diketahui sebelum didirikan aset yang dimiliki oleh Unipa merupakan milik Pemerintah Daerah dan aset ini sudah dihibahkan kepada Unipa untuk menjalankan proses belajar mengajar yang ada di Perguruan Tinggi Unipa.

Selanjutnya, kata Robert Ray, terkait dengan adanya wacana perubahan nama hingga saat ini Pemda Sikka belum mengetahuinya.
“Sedangkan terkait dengan wacana ataukah sudah terjadi adanya perubahan nama, pemerintah sampai dengan detik ini belum mengetahui bahwa apakah benar Unipa sudah berubah nama dari Unipa Maumere menjadi Unipa Indonesia,” ujar Robert Ray.

Baca Juga:  Jembatan Noebunu Gagal Dibangun pada Tahun 2020??

Saat yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa, Drs. Sabinus Nabu menyampaikan, sebagai Badan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Nusa Nipa pihaknya selalu terbuka untuk menerima masukan, kritikan dan saran untuk kemajuan Universitas Nusa Nipa yang menjadi kebanggaan kita semua.

Karena itu lanjut Sabinus, sejak Unipa dilahirkan Ia mengaku bahwa dirinya adalah pelaku sejarahnya.

Lebih lanjut dikatakan Sabinus, aset Pemkab Sikka yang saat ini sementara digunakan oleh Universitas Nusa Nipa yakni, tanah, bangunan, dan barang lainnya eks rumah sakit TC.Hillers Maumere yang sebelumnya digunakan oleh Akper Pemkab Sikka.

Menurutnya, aset Pemkab Sikka itulah yang diberikan “ijin” dalam rangka pengurusan pendirian Universitas Nusa Nipa dan Unipa sendiri saat ini telah diproses untuk diserahkan dalam rangka penegerian dari PTS Unipa menjadi PTN, ujar Sabinus Nabu.
Sabinus mengakui, dalam proses penegerian ini tentua ada konsekuensi dan salah satunya adalah penyerahan aset dari Pemda maupun Yayasan yang harus diserahkan kepada Negara tanpa imbal jasa apapun, pungkasnya.

Baca Juga:  Bupati Willy Launcing Penyaluran Bansos Beras

Untuk itu, lanjut Sabinus bahwa sesungguhnya aset yang ada belum diserahkan secara resmi kepada Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa maupun kepada Universitas Nusa Nipa. Kalau itu ada, hanya pernyataan dan ijin yang diberikan agar Unipa ini dapat hidup dan berjalan.

Sabinus menambahkan, sejarah mengenai aset ini bisa dikatakan bahwa Unipa ini ibarat bayi yang dilahirkan tapi suatu ketika bayi itu ditinggalkan oleh ibu asuhnya, dibiarkan mencari dan hidup sendiri.

Namun Ia mengakui bahwa aset-aset yang dimiliki oleh Unipa saat ini sebagian besar adalah milik Pemda tetapi tidak pernah menyerahkan kepada Yayasan sampai saat ini. Yang ada adalah bahwa Pemda mengijinkan agar Universitas berdiri dan bekerja disitu. Karena itu, lanjut Sabinus, ketika pihaknya hendak mengurus proses penegerian menjadi kendala, tegasnya.

Baca Juga:  Effendi Sianipar Minta Kementan Siapkan Bantuan Covid-19 Bagi Petani

“Ada pernyataan menyerahkan dari pada pemerintah kepada Negara, ada tanah 30 hektar, ada puskesmas 5 hektar, tetapi semuanya itu tidak ada di kampus, tidak ada di Yayasan,” ungkap Sabinus.

Ia merincikan bahwa aset yang secara resmi disampaikan oleh Pemda ketika mau mengurus proses penegerian yang tercatat adalah, rekomendasi dari DPKAD nomor 03029214 tanggal 13 Agustus 2014 dalam rangka mendukun perubahan status Universita Nusa Nipa menjadi Universitas Negeri, maka Pemda Sikka telah menyediakan tanah seluas 30 hektar di Kelurahan Kota Baru dan Kelurahan Wuring, jelas Sabinus.

Selanjutnya, yang kedua Rekomendasi Bupati Sikka nomor DPKAD 293/2014 tanggal 13 Agustus, bahwa dalam rangka mendukung perubahan status Universitas Nusa Nipa menjadi Universitas Negeri maka Pemkab Sikka bersedia menyerahkan barang milik daerah berupa tanah, bangunan, aset lainnya dengan total nilai Rp. 10.367.949.000.

*(Frans Dhena)*