Mutasi Guru ASN, Guru Honor Dialihkan Ke Sekolah Negeri Yang Kosong

oleh -21 views
, Metro Timor
Mayella Da Cunha - Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka

 

MAUMERE-METROTIMOR.ID – Kepala Dinas PKO Sikka, Mayella Da Cunha memastikan semua guru ASN yang mengabdi di sekolah-sekolah swasta akan dimutasikan ke sekolah-sekolah Negeri. Hal ini tentunya akan berdampak bagi guru-guru honor yang ada di sekolah negeri dimana terdapat guru ASN yang dimutasi masuk.

Kepada Media, Rabu (23/06), Kadis Yel mengatakan bahwa adanya mutasi bagi guru ASN yang mengabdi di sekolah-sekolah swasta ini sudah dibatasi sampai dengan Juli 2019. Namun, mengingat kondisi di Sikka maka proses ini baru bisa dilaksanakan pada tahun 2021 ini.

“Mutasi bagi guru-guru ASN yang mengabdi di sekolah-sekolah swasta, kita sudah dibatasi sampai dengan bulan Juli 2019. Hanya karena dengan kondisi Sikka sekarang kita masih, pasti kita akan laksanakan tapi pelan-pelan,bertahap, karena ini aturannya seperti itu. Aturan bahwa ASN itu harus bekerja di sekolah Negeri, itu aturan. Hanya karena kebijakan lokal saja kita masih jalani seperti ini,” pungkas Yel.

Baca Juga:  Kembangkan Bakat Dan Keterampilan, Kades Dobo Lakukan Kegiatan Pelatihan Meubeler Bambu

Lebih lanjut Yel memastikan bahwa yang jelas semua guru ASN yang berada di sekolah swasta akan ditarik ke sekolah negeri. “Yang jelas pasti kita akan tarik semua, tapi kita bertahap. Apalagi guru-guru ASN yang masih satu dua tahun berada di sekolah swasta, kita biarkan mereka berada di sana,” ungkapnya.

Lanjut Yel mengatakan, dari 2376 guru ASN, 47 persen berada di sekolah swasta. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari total guru ASN mulai dari TK sampai SMP dan dari jumlah tersebut 47 persen atau 1023 nya ada di sekolah swasta. Jumlah ini masih cukup banyak, ujar Kadis.

Baca Juga:  Effendi Minta Pemerintah Pusat & Daerah Waspadai datangnya Musim Kemarau

Adanya mutasi bagi guru ASN ini akan berdampak kepada para guru honor yang mengabdi di sekolah negeri, dan terhadap hal ini Yel Da Cunha mengatakan bahwa pihaknya akan membuat kebijakan sesuai dengan kebutuhan di sekolah yang kosong untuk mengalihkan guru-guru honor dari sekolah negeri yang mendapat mutasi masuk tersebut.

“Kita akan buat kebijakan sesuai dengan kebutuhan di sekolah yang kosong, kita akan alihkan ke mereka. Namun menurutnya, itu sebuah pilihan resiko bahwa sekolah negeri ketika ada guru honor yang ditempatkan disitu otomatis akan ada kelebihan. Ia pun mengakui bahwa selama ini para guru honor tersebut diberikan insentif daerah, sehingga pihaknya tidak langsung mencopotnya, tetapi sekolah negeri mana yang kosong kita alihkan,”tuturnya.

Baca Juga:  Paparkan Agenda Bangun Infrastruktur Digital, Menteri Johnny: Tahun Depan Berlanjut

Kadis Yel menambahkan, pihaknya berencana akan membuat kontrak setiap tahun bagi guru-guru honor tersebut, sehingga tidak mengganggu mereka ketika masuknya guru-guru ASN atau CPNS.
Menurut Yel, jumlah guru honor di Sikka sebanyak 2076 dan yang menerima insentif sebanyak 1099 orang. Guru honor yang menerima insentif daerah ini juga termasuk mereka yang mengabdi di sekolah-sekolah swasta, ucap Yel.

*(Frans Dhena)*