Tragedi Cinta Segitiga Di Rote Ndao Berujung Maut Dengan Ancaman 15 Tahun Bui

oleh -394 views
, Metro Timor

Editor: Agustinus Bobe,

ROTE NDAO, METROTIMOR.ID–Kepolisian Resort Rote Ndao, Polda Nusa Tenggara Timur  menggelar reka ulang (rekonstruksi) kasus pembunuhan beberapa pekan lalu di dusun Touiu Selatan, Desa Saindule, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, pada Rabu (23/6/ 2021) sekitar pukul 10.00 WITA.

Reka ulang bertujuan untuk melengkapi barang bukti (BB) proses hukum kasus lembunuhan yang dipicu oleh  cinta segi.

Peran Tensi Lau alias Emana sebagai korban pembunuhan di peragakan oleh pengganti Boneka, Martinus Nomleni selaku tersangka memperagakan sendiri perbuatannya mulai dari melihat korban memadu cinta bersama istrinya Mesi Yohana Henukh,

, Metro Timor
Salah satu adegan yang diperagakan istri pelaku, foto: sindontt.id

Diketahui Mesi Yohanna Henukh sebagai istri sah dari tersangka Martinus Nomleni memperagakan sendiri perannya berawal dari memadu cinta bersama Eman Lau yang menjadi korban dalam kasus pembunuhan ini.

Saat reka ulang ada sekitar 18 tahapan adegan yang di peragakan para saksi tersangka dan Korban.

Para saksi memperagakan korban dan tersangka memperagakan adegan masing-masing mulai dari sebelum dan sesudah korban Eman Lau di bunuh oleh tersangka Marthinus Nomleni

Seperti dilansir SindoNTT bahwa pada tanggal 09 Juni 2021 sekitar 23.00 WITA  saksi Mesi Yohana Henukh (istri tersangka) ingin keluar untuk buang air kecil di kamar mandi, saksi terkejut melihat korban Eman Lau di pintu rumah sebelah selatan, saksi Mesi Yohana Henukh kembali dari dalam kamar mandi melihat korban berada di pintu kamar tidur belakang.

Baca Juga:  ASN Pemosting Ujaran Kebencian Sudah Diperiksa Inspektorat

Kemudian saksi Mesi Yohana Henukh mematikan televisi dan menuju kamar tidur, setelah sampai di tempat korban Eman Lau membuka celananya sambil berkata ” betul kamu tidak mau buka blokir di Facebook, saksi Mesi Yohana katakan saya tidak akan buka blokir di Facebook karena saya tidak mau dengan kamu lagi.

Lantas, korban Eman Lau menjawab kalau kamu tidak buka blokir,  malam ini beta tidak akan pulang, saksi Mesi Yohana mengatakan saya punya suami dan anak-anak ada.

Korban Eman Lau pun jawab saya tidak takut kamu punya suami dan kalau tidak berhubungan badan ini malam saya tidak akan pulang, dan saksi menjawab saya tidak akan melayani kamu, dan di jawab oleh korban lagi betul kamu tidak kasi saya, lalu saksi katakan betul saya tidak layani kamu, korban katakan lagi kamu tidak kasi berarti saya tikam kasi mati kamu,” sahut mengancam.

, Metro Timor

Kemudian korban Eman Lau berjalan mendekati saksi dan mencium di dahi saksi Mesi Yohana Henukh. Saksi pun merespon dengan  membalas ciuman di dahi korban.

Baca Juga:  Meski Hampir Usai Satgas Dan Warga Tetap Bergotong Royong Dalam Program TMMD

Setelah itu, saksi padamkan lampu kamar dan naik ke atas tempat tidur. Korban juga naik ke atas tempat tidur bersama saksi Mesi Yohana Henukh.

Lalu menarik celana saksi. Hmmmm apa yang terjadi? Adegan asmarapun mulai berlangsung korban mengarahkan senjatanya (kemaluan) ke arah sasaran kemaluan saksi Mesi Yohana.

Namun,  sayang korban mengalami kesulitan, sehingga saksi membuka sendiri celana semuanya dan simpan di atas tempat tidur, dan korban Eman Lau memasukan kemaluannya ke dalam kemaluan saksi Mesi Yohana dan bergoyang berulang-ulang.

Berselang beberapa menit kemudian, tersangka Marthinus Nomleni (suami Mesi Yohana Henukh) mendobrak pinntu kamar dan langsung terbuka.

Tersangka  masuk ke dalam kamar dan mendapati istrinya Mesi Yohana berdua bersama korban Eman sedang eha..eha menikmati manisnya cinta gelap alias berhubungan badan.

Dikala itu pun,  korban Eman Lau berupaya kabur  dari dalam kamar lewat jendela dengan kepala sudah berada di luar tapi badan masih dalam kamar.

Tersangka menangkap korban Eman Lau dan menariknya ke dalam kamar dan menekan korban di atas tempat tidur, lalu tersangka mengambil parang di bawa tempat tidur dan menusuk di perut korban, kemudian istriya tersangka takut sehingga menggendong anaknya keluar dari dalam kamar.

Baca Juga:  Begini Cara Mendapatkannya, Stimulus Covid-19 Bulan Agustus

Seusai menusuk parang di perut korban, tersangka melepaskan korban karena  melihat korban tidak berdaya lagi langsung tersangka melepaskan parang dan berjalan keluar untuk melihat istrinya menangis sambil memeluk kedua anaknya.

Kemudian tersangka memukul istrinya sebanyak dua kali di dahi. Setelah itu tersangka melihat bapak mantunya  Anderias Henuk berjalan ke dalam rumah.

Tersangka memberitahukan bapak mantuanya bahwa ia telah membunuh satu orang dalam kamarnya.

Tersangka juga berjalan menuju kamar mandi untuk buang air kecil. Setelah itu tersangka kembali ke dalam kamar tempat kejadian perkara untuk mengambil parang dan  kunci motornya.

Ia mengendarai sepeda motornya menuju SPKT Polres Rote Ndao untuk menyerahkan diri dan parang yang digunakan untuk membunuh korban.

Diketahui terjadinya kasus pembunuhan ini berawal adanya cinta segitiga atau hubungan terlarang antara korban Eman Lau dan Mesi Yohana Henukh selaku istri sah dari tersangka Marthinus Nomleni

Perbuatan tersangka di jerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Reka ulang tersebut di pimpin oleh Kasat Reskrim Polres Rote Ndao Iptu Yames Jems Mbau, S.Sos.

(Tim)