Polres Sabu Raijua Serius Tangani Kasus Penganiayaan Darius Ratu

oleh -3.191 views
, Metro Timor

Editor: Agustinus Bobe,

SABU RAIJUA, METROTIMOR.ID–  Darius Ratu Warga Kecamatan Sabu Timur 27 Desember 2020 diduga dianiaya oleh Ha’E Bunga dan Du’bu Kolo dikediaman James mataratu di Kecamatan Sabu Timur. Akibat peristiwa itu,  saat ini Darius Ratu masih dalam perawatan medis di Kota Kupang

Menurut Ruben Ratu Bapa Kecil Darius Ratu kepada metrotimor.id, Minggu (7/3/2021) mengatakan Kronologis Percobaan Pembunuhan “ Darius Ratu” di Sabu-Raijua 27 Des 2020,

Kejadian Pengeroyokan dan pencobaan pembunuhan terjadi pada hari Minggu tanggal 27 Desember 2020, di rumah  James Mataratu, kecamatan Sabu Timur.

Saat itu Sore  sekitar pukul 04.00 WITA korban Darius Ratu dijemput oleh James Mata Ratu yang adalah kerabat korban, untuk membeli Miras namun korban menolak karena ada urusan keluarga.

Darius lalu kembali ke rumah, sekitar pukul 21.00 malam karena merasa tidak enak lalu mendatangi rumah James Ratu, ternyata di sana sudah menuggu Ha’E Bunga dan Du’bu Kolo beserta teman-teman yang lain. korban diajak bergabung untuk minum miras bersama-sama.

Baca Juga:  Kelas Literasi Dimulai, Kominfo Luncurkan Program Nasional "Makin Cakap Digital"

Karena tolakan (lauk) yang disajikan adalah daging anjing dan darius tidak makan maka, James memasak Ayam kampong khusus untuk Kerabatnya Darius Ratu. Mereka melanjutkan minum sambil bercerita seperti biasa sampai larut malam. Sekira jam 01.00 terjadi pertengkaran, dan secara tiba-tiba dan tidak diduga korban Darius Ratu dikeroyok beramai-ramai yang diduga dipimpin oleh Saudara Ha’E Bunga dan Du’bu Kolo menggunakan batu dan balok hingga babak belur dan tidak sadarkan diri. korban lalu dibiarkan begitu saja dipinggir jalan.

Pagi hari tanggal 28 des 2020 korban ditemukan dalam keadaan sekarat oleh Saudara Paji Mone saat pulang dari melaut, Paji Mone lalu berteriak minta tolong sehingga warga dan kerabat sekitar dating untuk memberi pertolongan dengan membawa korban ke PUSKESMAS EiLogo dan dirawat inap sampai tanggal 30 des 2020, beruntung nyawa korban masih tertolong, namun tangan dan kaki belum  bisa digerakan maka korban dirujuk ke RSUD Menia Sabu Raijua tanggal 31 des 2020. Di RSUD Menia korban tidak ada perubahan akhirnya keluarga meminta agar korban dirujuk ke Kupang tanggal 5 jan 2020, dan melakukan pengobatan sampai saat ini namun keluarga pasrah karena korban mengalami kelumpuhan total.

Baca Juga:  Di Pulau Rinca dan Komodi Listrik Nyala 24 Jam, Ekonomi Pariwisata Makin Tumbuh

Sebelumnya Pada tanggal 30 desember 2020 Keluarga juga sudah melaporkan kasus ini ke POLSEK Kecamatan Sabu Timur dengan Surat Tanda Terima Laporan Nomor : STPL/361/XII/2020/POLSEK Sabu Timur, namun sampai saat ini pelaku bersama teman-temannya masih bebas berkeliaran dan belum ditahan. Apalagi salah satu pelaku adalah anggota SATPOL PP Kabupaten Sabu Raijua, apakah mungkin karena hal ini lalu pelaku tidak diproses? Sebagai rakyat kecil kami keluarga berharap Kapolda NTT, Kapolres Sabu Raijua dan Kapolsek Sabu Timur untuk bertindak tegas terhadap para pelaku yang telah melakukan pencobaan pembunuhan atas saudara kami Darius Ratu hingga mengalami kelumpuhan parmanen.

Kapolsek sabu Timur IPTU YOHANES  FONO dihubungi metrotimor.id.Minggu (7/3/2021) mengaku dirinya baru menjabat sebagai Kapolsek 5 Februari 2021, kasus tersebut dilaporkan 30 Desember 2020, jabatan Kapolsek masih dijabat Iptu Agripa Tefnai, walau demikian tetapi pihak polisi terus proses hanya diakui ada sejumlah bukti yang belum lengkap,

Baca Juga:  Wisata Lelogama Akan Dikembangkan Tahun 2022

“Kami siap membantu keluarga korban kasus tersebut namun saat ini Kanit Reskrim saya masih isolasi mandiri dan kalau sudah  sehat dan pulih kembali kami akan cek laporan dari korban kasus tersebut “,tegasnya.

selain itu, dirinya juga mendapatkan laporan dari penyidik bahwa Kasus itu terjadi setelah dua hari korban di opname di rmh sakit menia sabu Raijua langsung berangkat ke Kupang dan sampai saat ini korban belum pulang ke sabu, Jadi kami juga belum bisa ambil BAP dari korban tersebut, Klu kita sudah  BAP korban pelapor pasti kita Tahan pelaku minimal 2 alat bukti,”kata Fono Via Wats APP.

Sehingga polisi tetap professional melaksanakan tugas membantu korban, karena tidak ada yang kebal hukum jika sudah melakukan kegiatan melangar hukum tegas Kapolsek Sabu Raijua.

 

(MTID01)