Jadi Pilot Kepresidenan Sejak 2008, Ini Kisah Putra Keturunan Asal Sikka

oleh -1.789 views
, Metro Timor
Mayor Penerbangan Septi Arun Dwisaputra - Kapten Pilot Kepresidenan, Putra Keturunan Asal Sikka Maumere

MAUMERE-METROTIMOR.ID – Ada hal yang menarik dari kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Maumere Kabupaten Sikka, Selasa, 23/02/2021. Ternyata Kapten Pilot yang menerbangkan Presiden Jokowi adalah putra keturunan asal Sikka Maumere.

Ketika ditemui Metrotimor.id, Selasa,23/02/2021, di kediaman keluarganya, di kompleks pertokoan Jln. Don Thomas Maumere, Kapten Pilot Kepresidenan Mayor Penerbangan Septi Arun Dwisaputra mengisahkan bagaimana pengalamannya menjadi Kapten pilot Kepresidenan.

Dalam kisahnya ia menjelaskan bahwa untuk menjadi Pilot Kepresidenan mesti melalui tahapan-tahapan yang harus dilalui. Dan tahapan itu menjadi syarat utama jika ingin menjadi Pilot Keprisedenan.
“Menjadi Pilot Presiden tentunya semua itu ada tahapannya dimulai dari saya mengawali sebagai Perwira Akademi Angkatan Udara dan kemudian lulus tahun 2005, kemudian dilanjutkan menjadi siswa sekolah penerbang dan lulus tahun 2007, melewati seleksi-seleksi lagi baru saya masuk ke dalam Squadron udara 17, khusus untuk squadron Kepresidenan,” jelas Septi.

Baca Juga:  Sambil Gowes,Dandim 1627/Rote Ndao Bagi-Bagi Sembako Kepada Warga Lobalain

Lanjutnya, didalam Squadron 17 pun diseleksi lagi menjadi pilot didalam pesawat Kepresidenan itu sendiri. Jadi tahapan-tahapannya tentu ada, sehingga tuntutan tugas dari pesawat Keprisedenan ini sangat berbeda dibandingkan dengan penerbangan yang lain, ungkap Septi.

Dikatakan Septi, kita tahu sendiri bahwa Presiden adalah Simbol Negara, sehingga kita tidak bisa menerbangkan sembarang, oleh karena itu benar-benar banyak seleksinya dan kita benar-benar harus yang dipilih, baik secara inteligen, kemampuan, dan juga kesetiaan kita terhadap negara, ujarnya lagi.

Baca Juga:  Kunjungi Para Petani Holtikultura Irigasi Tetes Wailiti, Dandim Sikka Beri Apresiasi
, Metro Timor
Kapten Pilot Kepresidenan Septi Arun Dwisaputra ketika berpose bersama keluarga besar Laban di Maumere, Selasa, 23/02/2021

Septi mengakui bahwa dirinya masuk menjadi Pilot Kepresidenan dalam Squadron 17 sejak tahun 2008, itupun masih dalam tahapan seleksi, dan iapun menyampaikan bahwa dirinya dipercayakan menjadi Kapten Pilot Kepresidenan baru pada tahun 2018, terang putra keturunan Asal Kabupaten Sikka ini.

Ketika ditanya apa pengalaman baik dan buruk ketika menjadi Pilot Kepresidenan, Mayor Septi menjelaskan, yang sangat berkesan bagi dirinya adalah merupakan sebuah kebanggan bagi dirinya maupun keluarga yaitu bisa diberi kepercayaan untuk membawa orang nomor 1 Republik ini. Sedangkan untuk pengalaman terburuknya adalah ketika dalam penerbangan ada kondisi abnormal, ungkapnya.

Untuk berinteraksi langsung dengan Presiden ketika berada dalam pesawat, kata Septi, sangat dibatasi dan kita tidak bisa sembarangan karena untuk berinteraksi dengan Bapak Presiden kita harus melalui protokoler juga dan ketika ada sesuatu yang mau disampaikan didalam pesawat harus melalui Flight Security Officer selaku perwakilan pilot untuk menyampaikan kepada Bapak Presiden, terang Septi.

Baca Juga:  Bupati Belu Pimpin Rapat Pencegahan dan Penanganan Covid-19

Menurut informasi yang diterima Metrotimor.id, Mayor Penerbangan Septi Arun Dwisaputra adalah Putra Kedua dari Ibu Meri Laban, Putri Sulung dari pasangan Bapak Gayus Gajus Laban dan Mama Yohana Kuki Laban, yang diketahui sebagai Opa dan Oma dari Mayor Septi Arun yang adalah Kapten Pilot Kepresidenan saat menerbangkan pesawat Presiden Jokowi ketika berkunjung ke Maumere dalam rangka meresmikan Bendungan Napung Gete, Selasa,23/02/2021.

*(Frans Dhena)*