Terkait Pencaplokan Dana BLT, Ini Penjelasan Pj. Kades Gera

oleh -35 views
, Metro Timor

 

MAUMERE-METROTIMOR.ID – Dugaan pencaplokan dana BLT oleh penjabat Kepala Desa Gera Antonius Toni senilai 1 juta 2 ratus lima puluh ribu rupiah yang terjadi pada Bulan Agustus tahun 2020 lalu yang dikeluhkan oleh 10 orang warganya, Rabu,06/01/2021 akhirnya mendapat tanggapan dari Penjabat Kades Gera Antonius Toni.

Kepada Media ini, Kamis,07/01/2021, Antonius Toni selaku Penjabat Kades Gera mengklarifikasi bahwa dirinya tidak mencaplok dana BLT warganya tersebut. Yang ia lakukan adalah melaksanakan hasil kesepakatan bersama antara warga penerima BLT yang terdaftar namun juga mendapat PKH bersama dengan warga yang belum mendapatkan bantuan apapun.
“Tidak benar bahwa saya melakukan pencaplokan dana BLT milik warganya. Yang saya lakukukan saat itu adalah melaksanakan hasil kesepakatan bersama warganya yang menerima dana BLT tersebut.

Dalam kesepakatan tersebut disampaikan bahwa 14 orang warganya yang namanya terdaftar sebagai penerima BLT, ada diantara mereka yang juga menerima dana dari PKH,” jelas Toni.

Baca Juga:  Kader Parpol Dinilai Gagal, Relawan Tepat Jadi Pilihan Jokowi jadi Menteri

Lanjut Toni, setelah dirinya menerima surat yang menyampaikan bahwa ada 14 warganya yang menerima dana BLT maka dirinya mengundang ke 14 orang tersebut untuk mengadakan pertemuan, dan dalam pertemuan tersebut dirinya menjelaskan bahwa dari 14 orang yang menerima BLT ini, ada 10 orang yang juga mendapatkan PKH. Maka sesuai ketentuan yang bersangkutan tidak bisa menerima BLT lagi.

 

, Metro Timor
Untuk itu lanjutnya, saya menyampaikan, dari pada uang ini kita kembalikan ke Kabupaten sebaiknya kita ambil saja supaya bisa kita berikan juga kepada warga lainnya yang belum pernah mendapatkan bantuan apapun. Dan akhirnya disepakati bahwa, bagi mereka yang 10 orang yang namanya ada dalam surat tersebut bersedia untuk dipotong dananya sebesar 1 juta 2 ratus ribu dan sisanya 6 ratus ribu menjadi milik mereka, terang Toni.

Selanjutnya ia menambahkan, berdasarkan kesepakatan tersebut maka keesokan harinya, 14/08/2020 saya bersama 12 orang warga penerima BLT menuju kantor Pos Maumere menggunakan kendaraan yang saya pakai. Namun setibanya di Kantor Pos Maumere kami malah diarahkan untuk kembali ke kantor Pos Paga.

Baca Juga:  Bupati Don Minta Guru Mendidik Siswa Untuk Capai Level Profesional

Kami lalu balik lagi dan sebelumnya kami sempatkan diri untuk makan siang di Wolonbetan dengan biaya yang saya keluarkan sendiri karena mereke belum terima uangnya, jelas Anton Toni.

Setelah tiba di kantor Pos Paga, 10 warga Desa Gera yang menerima dana BLT tersebut langsung mengambil uang BLT dengan nilai masing-masing orang 1 juta 8 ratus ribu rupiah untuk pembayaran 3 bulan. Setelah itu lanjutnya, kami kembali ke Desa Gera, dan ketika tiba ditempat dimana warga turun saya langsung meminta 1 juta 2 ratus kepada masing-masing orang sesuai kesepakatan dan 50 ribu untuk ganti biaya makan dan biaya transportasi.

“Jadi, tidak benar kalau saya mencaplok uang BLT milik warga ditengah jalan. Yang benar adalah saya mengambil uang tersebut senilai 1 juta 2 ratus ribu sesuai kesepakatan bersama saat dimana tempat mereka turun. Juga sisa dari 6 ratus ribu yang mereka terima saya potong 50 ribu untuk ganti biaya makan yang saya bayar dan juga biaya transportasi, itupun masih kurang,” ungkap Pj. Kades Gera.

Baca Juga:  BUPATI DAN WABUP BELU CEK PERSONIL DAN SARPRAS KEBERSIHAN

Sebelumnya diberitakan, menurut pengakuan salah seorang warga penerima BLT, Kornelis Sari kepada Media ini, bahwa penjabat Kades Gera Antonius Toni mengambil uang Dana BLT Milik warganya ditengah jalan senilai 1 juta 2 ratus dan sampai saat ini uang tersebut tidak diketahui peruntukkannya.

Selain itu sisa dari potongan senilai 6 ratus ribu masih dipotong lagi 50 ribu untuk biaya makan dan transportasi, sehingga dari masing-masing mereka hanya mendapatkan dana BLT senilai 550 ribu rupiah dari yang seharusnya mereka terima selama 3 bulan yakni 1 juta 8 ratus ribu rupiah.

*(Frans Dhena-MTID05)*