Puskesmas Oepoli, Gelar Sosialisasi Stunting dan Covid-19 Bagi Warga Desa Nunuanah

172

Editor : Agustinus Bobe,

AMFOANG TIMUR, METROTIMOR.ID – Puskesmas Oepoli di Desa Nunuanah, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, NTT, menggelar  sosialisasi Stunting dan Covid-19  pada Selasa (6 /10/2020).

Pembawa materi dalam  kegiatan tersebut adalah  Alexander Lelo,S.kep yang dihadiri oleh Kapolsek Amfoang Timur Iptu Sjalom A.Rohi bersama anggota dan perutusan Pos Pantai Pamtas RI-RDTL.

Tujuan  dari stunting pada giatan tersebut menurut Alexander Lelo,S.Kep untuk mengedukasi masyarakat, memberi pemahaman kepada masyarakat agar dapat mengenal apa itu Stunting dan bagaimana  bersama-sama dengan masyarakat  untuk bisa mencegah sehingga  jangan sampai anak-anak mengalami yang namanya Stunting.

Alexander Lelo,S.kep (pemateri) menghimbau kepada masyarakat, jika masyarakat yang memiliki ayam, telur, anak ayam dan lain sebagainya tidak boleh di jual lalu membeli mie instan untuk diberikan kepada anak atau ibu hamil.

“Sebab,  isi dalam kemasan mie itu sama dengan makan nasi, mie itu cuman ada karbohidrat sama saja seperti kita makan nasi,” ujarnya.

Ciri-ciri anak Stunting ; tanda pubertas terlambat, performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar anak berkurang, pertumbuhan gigi dan tulang terlambat,usia 8-10 tahun anak menjadi lebih pendiam,wajah tampak lebih muda dari usianya.

“Ini semua karena asupan gizi yang tidak baik dari kita orang tua.Dan ini sangat penting untuk jadi perhatian kita semua agar anak-anak kita tidak tergolong dalam penderita Stunting.

Dampak Stunting; mudah sakit, kemampuan kognitif berkurang atau kecerdasannya berkurang,fungsi tubuh tidak seimbang, postur tubuh tidak maksimal saat dewasa dan dapat mengakibatkan kerugian ekonomi.
Pencegahan Stunting;
Stunting dapat di cegah dengan memberikan ASI eksklusif dan memberi asupan gizi yang baik,” Sebutnya.

Dan tujuan Sosialisasi Covid-19 itu,agar memberikan pemahaman terhadap peserta yang hadir (masyarakat) tentang apa itu covid 19 dan bagaimana cara pencegahan,dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker,jaga jarak,selalu mencuci tangan dengan sabun.harapan dari pihak kesehatan, peserta yang hadir itu bisa menyebarluaskan informasi tentang disiplin menrapkan protokol kesehatan kepada masyarakat luas, sehingga kita bisa menekan atau memutuskan mata rantai virus Corona.

Baca Juga:  Di Pulau Rinca dan Komodi Listrik Nyala 24 Jam, Ekonomi Pariwisata Makin Tumbuh

Corona itu adalah penyakit yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan,dan gejalanya batuk,pilek, demam dan sesak nafas.

, Metro Timor
Apabila ada pelaku perjalanan dari zona merah,hitam dan lainnya harus patut di waspadai karena ada orang yang tanpa gejala (OTG),mereka memilik imun tubuh yang kuat,tapi kita yang imun lemah itu sangat bahaya.

Dan bagaimana seorang bisa terinfeksi virus Corona,virus Corona itu terjangkit melalui percikan kecil (droplet) atau air ludah,makanya kita harus selalu menggunakan masker.

Kapolsek Amfoang Timur Iptu Sjalom A.Rohi menghimbau kepada masyarakat, apabila kedapatan tidak memakai masker akan didenda sebesar Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah) sampai dengan Rp 250.000(dua ratus lima puluh ribu rupiah) atau akan di kenai hukuman fisik ,”tegasnya saat kegiatan berlangsung Kapolsek melontarkan pertanyaan kepada masyarakat,apakah di Desa Nunuanah dapat pembagian masker dan sudah berapa kali,?dengan serentak masyarakat menjawab,baru satu kali dan per orang dapat satu saja. Menurut Kapolsek tidak boleh satu, minimal harus dua agar pakainya bergantian.

Ia  menjelaskan bahwa maksud dari jaga jarak itu,agar bisa terhindar dari percikan air ludah yang keluar dari mulut orang itu tidak sampai ke kita,dan selalu rajin mencuci tangan agar apa yang kita pegang tidak terjangkit ke kita karena kita selalu mencuci tangan.

Warga setempat pun mereka sangat kecewa karena tidak ada satu aparat desa yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, seharusnya kegiatan ini jauh lebih penting dan kegiatan ini harus dilakukan di kantor desa bukan di gereja.

Namun dari pihak kesehatan (puskesmas oepoli) mengatakan bahwa sudah menginformasikan kepada pemerintah setempat (desa) dan jawaban kepala desa Nikson Bani,A.Md ada kegiatan lain yang urgen sehingga aparat desa tidak sempat hadir.

Baca Juga:  Warga Nelayan Desa Boni Bakal Mendapat Bantuan Perahu Tangkap Ikan Dari Gubernur NTT

Dan dari pihak kesehatan menghubungi pihak gereja dan disetujui oleh kepala majelis jemaat Batu Karang Nunuanah sehingga kegiatan ini berlangsung di gedung gereja hingga selesai (Aris Liufeto)

Center Align Buttons in Bootstrap