Bupati Sikka: Hewan Babi Dilarang Diperdagangkan Disetiap Pasar

491

MAUMERE,METROTIMOR.ID–Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo,S.Sos.M.Si ketika membuka kegiatan Sosialisasi Perkarantinaan di aula hotel Silvya Maumere mengatakan untuk menjaga bumi ini, karantina juga merupakan alat untuk menuju sejahtera.

Hal ini disampaikan Bupati Robi saat membuka kegiatan sosialisasi perkarantinaan Potensi dan Peluang Ekspor Komoditas Pertanian.

Pantauan media ini,Selasa,(28/07/2020), saat memberikan sambutannya Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo,S.Sos.M.Si dengan tegas menyampaikan larangannya untuk tidak melakukan kegiatan perdagangan hewan babi di setiap pasar.

“kita sudah melakukan larangan. Jadi koordinasikan dengan Dinas Perdagangan bahwa tidak ada lagi perdagangan hewan babi disetiap pasar. Jadi ini sebenarnya juga merupakan proses karantina. Ada karantina luar dan juga karantina lokal. Lokal ini artinya lanjut Robi didalam daerah ini, antar desa,antar dusun,antar RT,antar Kecamatan,apalagi antar daerah,dan juga antar pulau”terang Bupati.

Selanjutnya Bupati Robi mengakui, memang kita selama ini kurang serius dalam hal pengurusan kesehatan hewan dengan memantau dan apalagi anggarannya sangat sedikit. Dengan pandemi Covid ini dapat dijadikan sebagai kontempelasi yang dapat direnungkan bersama oleh kita semua bahwa begitu pentingnya hidup,betapa pentingnya ekosistem dan betapa pentingnya perlindungan.

Sementara itu kepada para stakeholder dan juga pedagang, Robi Idong menyampaikan bahwa konsumen sudah sungguh mengerti, apalagi kalau kita mengekspor. Konsumen akan membeli produk kita kalau mereka tahu riwayat produksinya,punya sertifikasi,apalagi karantina, terang Robi Idong.

Hal ini dimaksudkan agar lanjutnya, kita semua harus sadar dan merasakan bahwa ini semua penting. Semua harus merasa bertanggung jawab, jangan sampai kita ikut terlibat didalamnya. Karena ini merupakan urusan kita semua demi kelangsungan hidup.

Nanti kita lihat lagi Undang-Undangnya. Siapa yang melanggar wajib dihukum. Sebab kalau tidak dengan cara begini itu susah,ungkap Robi.

Baca Juga:  Tunjangan Operator Dialihkan Ke Covid-19, Sejumlah Operator Sekolah Adukan Ke Bupati

Para pedagangpun demikian. Jangan memasukan atau mengeluarkan hewan atau komoditi dan tanaman yang bermasalah.

Dia harus meyakini bahwa barang yang akan saya kirim ini aman. Kita harus memastikan bahwa produk-produk kita baik hewan dan pertanian itu memiliki kualitas nomor satu. Semua prosesnya harus kita ikuti, dan itu butuh kerja sama, jelas Robi Idong lagi.

Kita juga harus bisa memastikan bahwa pemantauannya sudah dilakukan dengan benar,sehingga jika ada masalah kita sudah tahu bahwa kita akan mengeluarkan barang yang bebas dari ancaman hama dan penyakit, ucap Robi dengan tegas.

(Frans Dhena)

Center Align Buttons in Bootstrap